Jateng

PKS Resmi Usung Yoyok Sukawi Bos PSIS Maju Pilwakot Semarang, Segera Aktivasi Struktur Pemenangan

Afri Rismoko | 28 Juli 2024, 11:26 WIB
PKS Resmi Usung Yoyok Sukawi Bos PSIS Maju Pilwakot Semarang, Segera Aktivasi Struktur Pemenangan

Akurat.co – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang resmi mengusung Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau Yoyok Sukawi dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 27 November 2024 mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan dalam deklarasi bersama Partai Politik (Parpol) pengusung Yoyok Sukawi yang dinamakan Koalisi Semarang Maju (KSM). 

Koalisi itu terdiri dari PKS, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Baca Juga: Jalan-jalan Vibes! Siapa Bilang Belanja Murah di Malioboro Tidak Bisa? Coba Ikuti 4 Tips Belanja Ala Penduduk Lokal Ini

Adapun kegiatan deklarasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (27/7/2024) di Ballroom Hotel Shantika Premiere Jalan Pandanaran Kota Semarang.

Ketua DPD PKS Kota Semarang Suharsono mengatakan usai partainya resmi mengusung Yoyok dalam Pilwakot, PKS segera melakukan langkah konsolidasi struktur dalam proses pemenangan Yoyok Sukawi.

“Setelah deklarasi bersama dengan bertempat di Semarang Maju, PKS akan mengkonsolidasikan struktur, sosialisasi proses pemenangan wali kota Mas Yoyok,” kata pria yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Semarang ini.

Baca Juga: Jalan-jalan Vibes! Nggak Percaya? Cuma Rp 1 Juta Bisa Lho Liburan 3 Hari di Jogja dan Bawa Oleh-oleh! Yuk Ikuti Tips Ini

PKS, kata Suharsono, dipastikan akan all out dan solid mengusung Yoyok Sukawi. Apalagi, PKS memiliki modal suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 lalu sebesar 102.175 suara.

“Kita segera mengaktivasi struktur pemenangan, dan juga aktivitas pemenangan, kita juga punya sumber daya, modal 102.175 suara dalam Pileg, dan saya kira itu akan jadi kontribusi besar, kita juga mengajak seluruh kader dan solid bersama Parpol yang menguasai memenangkan Yoyok Sukawi,” jelas dia .

Alasan PKS menggunakan Yoyok

Suharsono memiliki sejumlah alasan hingga akhirnya mengusung Yoyok Sukawi menjadi calon wali kota Semarang.

“Kenapa kita memilih Mas Yoyok? Karena beliau adalah tokoh yang berpengalaman, beliau menjadi legislator, mulai dari DPRD Jateng sampai DPR RI, kemudian juga sebagai pemilik klub bola kebanggaan masyarakat Kota Semarang, yakni PSIS yang disitu mengelola banyak orang,” kata Suharsono.

Selain itu, pertimbangan lain PKS memilih Yoyok adalah elektabilitas Yoyok Sukawi yang dinilai menjadi salah satu yang tertinggi. Pasalnya berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga terkemuka, elektabilitas Yoyok selalu berada di dua besar.

“Dasar lain kita mengusung Mas Yoyok adalah dia menduduki 1-2 secara elektabilitas dari sejumlah posisi lembaga survei, dan tentu kita ingin mengusung calon yang peluang menangnya paling besar,” jelas pria yang juga Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang ini.

Tak hanya itu, Suharsono mengatakan dalam kesepakatan dengan PKS, Yoyok mengungkapkan bersama PKS akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi PKS.

“Pertimbangan yang ketiga tentu berdasarkan kontrak politik, Mas Yoyok bersama PKS akan memperbesar PKS untuk memajukan Kota Semarang,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, masing-masing pimpinan Parpol Koalisi Semarang Maju menandatangani kesepakatan dan secara simbolis menerima bendera koalisi yang diberikan oleh Yoyok Sukawi.

Untuk penandatanganan kesepakatan, PKS dihadiri oleh Ketua DPD Suharsono dan Sekretaris DPD Setyawan.

Kegiatan deklarasi tersebut juga turut menghadirkan sejumlah tokoh PKS, di antaranya adalah Ketua DPW PKS Jateng Muhammad Afif dan Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng Agung Budi Margono.

Hadir juga sejumlah anggota fraksi PKS DPRD Kota Semarang, yakni Johan Rifai, Sifin Almufti, Abdul Wahab dan Jauhar Awaluddin.

Koalisi Semarang Maju yang terdiri dari 6 Parpol sendiri sudah memiliki 20 kursi Pileg 2024, dengan rincian Demokrat dan PKS dengan enam kursi, PKB lima kursi, dan Nasdem, PAN, dan PPP masing-masing satu kursi.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A