Mengulik Lebih Dalam 5 Fakta Terbaru PT Sritex usai Viral Dikabarkan Bangkrut, Ternyata Tidak Berkantor Pusat di Solo, Cek Biar Makin Paham

AKURAT.CO, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau biasa dikenal dengan nama Sritex, merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia
Berikut ini sejumlah fakta menarik yang belum banyak diketahui masyarakat terkait PT Sritex, termasuk usai kabar viral jika perusahaan ini mengalami kebangkrutan
PT Sritex usai Viral Dikabarkan Bangkrut, Ternyata Tidak Berkantor Pusat di Solo, Cek Biar Makin Paham sederet fakta menarik terkait perusahaan ini
Sritex tidak hanya menjadi perusahaan tekstil terkemuka, tetapi juga merupakan simbol kebanggaan Indonesia di kancah internasional.
Awal Mula Sederhana
1.Sritex didirikan pada tahun 1966 sebagai perusahaan perdagangan kecil di Pasar Klewer, Solo, dengan nama "UD Sri Redjeki".
Dari usaha kecil ini, Sritex berkembang menjadi raksasa tekstil yang mendunia
2. Sritex memiliki kantor pusat di Sukoharjo, Jawa Tengah, dan kantor perwakilan di Jakarta.
Operasionalnya tersebar di lahan seluas 79 hektare di Sukoharjo, dan perusahaan ini mempekerjakan tenaga profesional dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Filipina, India, Jerman, dan Tiongkok.
Sritex dipercaya oleh brand-brand ternama dunia seperti H&M, Walmart, K-Mart, dan Jones Apparel untuk memproduksi tekstil berkualitas tinggi.
3. Didirikan oleh Lukminto, Sritex telah menorehkan banyak prestasi.
Sejak tahun 1984, Sritex dipercaya memproduksi seragam militer untuk NATO dan Jerman. Pada tahun 2013, Sritex resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di masa pandemi Covid-19, Sritex menunjukkan kepeduliannya dengan mendistribusikan 45 juta masker hanya dalam waktu tiga minggu.
Pada tahun 2020, Sritex juga menorehkan sejarah baru dengan mengekspor produknya ke Filipina untuk pertama kalinya.
4. Bantah Pailit
Sritex menegaskan bahwa perusahaan masih beroperasi dan tidak ada putusan pailit dari pengadilan, meskipun kabar tentang utang dan kebangkrutan beredar.
Penurunan pendapatan Sritex diakui memang terjadi, dimulai sejak pandemi COVID-19 dan diperparah dengan perang di Ukraina dan Palestina.
Kondisi geopolitik dan perang menyebabkan gangguan rantai pasokan dan penurunan ekspor, terutama ke kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
5. Dumping Produk Tekstil China
Terjadi oversupply tekstil di China yang mengakibatkan dumping harga produk ke negara lain, termasuk Indonesia.
Sritex telah memohon relaksasi kepada kreditur dan mayoritas telah menyetujui. Restrukturisasi melalui PKPU telah selesai dan berkekuatan hukum tetap.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




