Mbak Ita Dukung PII Kota Semarang Ciptakan Teknologi Pertanian Modern dan Rumah Apung Atasi Rob

AKURAT.CO, Wali Kota Semarang, Dr. Ir. Hj. Hevearita G. Rahayu, M.Sos., hadir dalam Seminar Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Semarang yang diadakan di Auditorium Universitas Semarang (USM), pada Sabtu 8 Juni 2024.
Seminar nasional tersebut, juga juga menjadi momen untuk memperingati HUT ke-72 PII.
Dalam sambutannya, Mbak Ita, panggilan akrabnya, menyampaikan dukungannya terhadap peran PII dalam menciptakan teknologi-teknologi inovatif, khususnya di bidang pertanian dan persoalan rob.
"Ternyata Insinyur di Kota Semarang ada 29 bidang, dan semua itu saling melengkapi untuk pembangunan Kota Semarang," ujarnya.
Mbak Ita juga menyinggung tentang permasalahan rob dan banjir yang dihadapi Kota Semarang.
"Kita tidak mungkin melawan alam, tapi kita harus berdampingan dengan alam," lanjutnya.
Walikota Semarang tersebut kemudian mengusulkan ide untuk membangun rumah apung di Semarang, terinspirasi dari Belanda.
"Kota Semarang dibantu para Insinyur untuk membuat rumah apung, seperti di Belanda karena kita tau tidak mungkin melawan alam tapi kita harus berdampingan dengan alam, bagaimana caranya tidak mungkin juga kalau para nelayan ini disuruh pindah, mereka ini mau banjir, mau rob orang-orang lain meributkan mereka tenang-tenang saja, tetapi kita sebagai pengampu atau pemimpin daerah tidak mungkin membiarkan masyarakatnya seperti itu," urainya panjang lebar.
"Sehingga ini kalau dengan para Insinyur PII tentunya nanti bisa mempunyai satu role model atau satu contoh rumah apung, sehingga nanti jika ada wilayah ada penurunan tanah atau terjadi rob itu tidak akan menjadi satu kendala dan ini mungkin yang akan menjadi tugas yang kita Bersama-sama lakukan," tandas Mbak Ita.
"Rumah apung ini bisa menjadi solusi bagi para nelayan yang terkena dampak rob dan banjir,. Kami berharap para Insinyur PII dapat berkolaborasi untuk menciptakan model rumah apung yang ideal," lanjut Mbak Ita kembali
Selain itu, Mbak Ita juga menekankan pentingnya teknologi di bidang pertanian.
Mengutip kata-kata Bung Karno, "Mati Hidup Sebuah Bangsa adalah Pangan," beliau menyatakan bahwa Insinyur memiliki peran penting dalam menciptakan teknologi pertanian modern yang dapat menarik minat generasi muda untuk menjadi petani.
"Lahan pertanian semakin berkurang, dan kita perlu menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan hasil panen dan efisiensi. Kami berharap USM dapat berkolaborasi untuk menciptakan teknologi pertanian terbarukan."
Seminar Nasional PII Kota Semarang ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para Insinyur terhadap UU Keinsinyuran dan mempererat silaturahmi antar anggota.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




