Ajak Masyarakat Mencintai Satwa, Yoyok Menggambar Mural di Semarang Zoo

JATENG.AKURAT.CO, Seorang wartawan senior sekaligus seniman lukisan dan mural mengajak masyarakat untuk melindungi hewan langka agar tidak lagi diburu dan diperjual belikan secara illegal.
Ajakan tersebut dia aplikasikan melalui lukisan mural di sepanjang tembok depan Semarang Zoo agar dilihat oleh masyarakat umum.
Wartawan sekaligus seniman tersebut bernama Yoyok, pria kelahiran Semarang yang saat ini bermukim di kawasan Borobudur Magelang.
Yoyok menggambar kura-kura karena populasinya di Indonesia semakin langka akibat perilaku buruk manusia.
Baca Juga: Dr Junaidi : USM Membina Banyak Atlet Olahraga
“Dalam kompetisi kali ini saya menggambar kura-kura sebagai hewan yang rawan punah karena maraknya perburuan. Jadi hewan ini harus kita lindungi dari perburuan illegal dan penjualan gelap,” ujarnya di sela-sela melukis pada Minggu (9/6/2024).
Menurut Yoyok, masyarakat harus melestarikan keberadaan kura-kura tersebut, di mana saat ini alih fungsi dari hutan menjadi hunian dan industri banyak mengancam endemik kura-kura.
Kemudian Yoyok juga gambarkan kura-kura secara mitologis sebagai hewan yang sangat kuat. Walaupun berjalan sangat lamban tetapi memiliki tujuan pasti dan mampu berumur panjang.
“Itu artinya kita sebagai manusia bisa berbuat baik dalam waktu yang lama, terutama dalam konteks menjaga lingkungan dan konservasi alam,” jelasnya.
Baca Juga: Basarnas Semarang Gelar Latihan SAR Gunung dan Hutan: Tingkatkan Kompetensi Rescuer
Apa yang dilakukan Yoyok adalah bagian dari kegiatan kompetisi mural nasional bertajuk Puffin Collor mural dari vendor cat puffin dengan tema mengajak kebersamaan dalam memotivasi kebaikan.
“Saya memaknai mengajak kepada kebaikan tidak hanya terikat kepada humanis atau sosial sesame manusia. Tetapi berbuat baik juga kepada satwa atau binatang yang kebetulan saya mengambil di zona Semarang Zoo yang mana tempat ini mengajak pengunjung agar mencintai binatang,” ujarnya.
Yoyok mencoba memvisualkan kebaikan tersebut dalam konsep gambar ilustratif dengan teknik dekoratif yang memuat ajakan atau himbauan agar memotivasi memasyarakat untuk serta mencermati kondisi lingkungan saat ini.
Baca Juga: Pernah Mengalami Mimpi Dikejar Hantu? Ternyata Ini Maknanya Berdasarkan Primbon Jawa!
“Dari sini kemudian ada upaya dari audiens yang melihat gambar saya agar memiliki rasa memiliki dan mencintai satwa,” ujarnya.
Kemudian Yoyok mengatakan warna cat yang ditampilkanpun akan memiliki dampak keindahan yang begitu lama.
Kuncinya, menurut Yoyok adalah keindahan dan keselarasan yang ditunjukkan dengan warna itu membuat audiens tidak perlu mencari keindahan di tempat lain. Tapi keindahan tersebut bisa dimunculkan dari diri kita sendiri.
Dalam kompetisi ini, kriterianya mural harus terletak di ruang publik agar dinikmati oleh masyarakat luas sebagai sarana edukasi dan hiburan.
“Dan Semarang Zoo ini sangat strategis sebagai destinasi wisata yang terletak di perlintasan Jalan Pantura dengan beberapa fasilitas umum di sekitarnya seperti Terminal Mangkang dan Gerbang Tol Semarang,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






