Starlink "Berbahaya" bagi Indonesia: Ancaman bagi Kedaulatan Nasional, Bisa Mematikan Industri Internet Dalam Negeri

AKURAT.CO, Starlink, perusahaan satelit milik Elon Musk, dianggap berbahaya bagi Indonesia.
"Saya tidak setuju Starlink diizinkan beroperasi di Indonesia. Starlink tidak hanya berpotensi membangkrutkan perusahaan nasional di bidang telekomunikasi dan internet service provider, seperti Telkom Group, Indosat, dan lainnya, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh kekuatan separatisme seperti KKB/OPM untuk komunikasi mereka tanpa terdeteksi oleh negara atau pemerintah Indonesia. Starlink berpotensi mengoyak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tulis Henry Subiakto, Dosen Unair dalam akun x pribadinya.
Perbedaan Starlink dengan Satelit Konvensional
Starlink memiliki perbedaan signifikan dibandingkan satelit biasa seperti Palapa, Satria, Kacific, Telkom 1, dan satelit-satelit lainnya milik Eropa maupun AS di luar Starlink. Starlink adalah satelit Low Earth Orbit (LEO) yang beroperasi dengan ketinggian sekitar 340 hingga 1.200 km di atas permukaan bumi.
Baca Juga: Kick-Off 21 Mei: Berikut Jadwal Lengkap Pertandingan 16 Besar Liga 3 Nasional
Satelit Starlink berukuran kecil dan jumlahnya ribuan, dirancang untuk bekerja secara sinkron menyediakan layanan internet. Mereka seolah seperti BTS terbang.
Sebaliknya, satelit komunikasi konvensional ditempatkan di orbit geostasioner (GEO) sekitar 35.786 km di atas khatulistiwa bumi, berada di satu titik relatif tetap dari permukaan bumi. Untuk bisa melayani publik, dibutuhkan perangkat stasiun bumi.
Setiap satelit Starlink beratnya sekitar 260 kg. Satelit GEO lebih besar dan mahal karena teknologi dan perlengkapan yang lebih kompleks, dengan kebutuhan bertahan di orbit yang lebih tinggi.
Starlink menggunakan teknologi phased-array untuk antena, yang memungkinkan satelit mengarahkan sinyal tanpa harus memindahkan satelit itu sendiri. Sistem ini dirancang untuk latency rendah dan kecepatan tinggi. Alat penangkap sinyal satelit hanya menggunakan antena kecil dan alat seukuran laptop besar yang bisa dipindah-pindahkan.
Baca Juga: Berikut 4 Stadion untuk Babak 16 Besar Liga 3 Nasional 2023/2024
Sementara itu, satelit GEO harus menggunakan antena besar yang tetap untuk komunikasi berkapasitas tinggi. Karena itu, satelit konvensional membutuhkan mitra untuk mendistribusikan layanannya ke masyarakat, yaitu perusahaan operator seluler dan ISP. Beda dengan Starlink yang tidak membutuhkan mitra.
Mereka bisa melayani langsung ke publik tanpa pihak ketiga. Masuknya Starlink bisa jadi awal kematian perusahaan-perusahaan nasional di bidang internet, seluler, dan satelit.
Ancaman Starlink Terhadap Kedaulatan Digital
Starlink bukan sekedar perusahaan perangkat dan layanan satelit semata, tetapi juga berfungsi sebagai perusahaan internet service provider, bahkan bisa berfungsi sebagai platform digital, mengingat Elon Musk juga memiliki perusahaan X (dulu Twitter) yang sekarang tidak sekedar media sosial tetapi juga mengarah menjadi platform media komunikasi.
Ini bahayanya. Perusahaan Starlink, trafik, dan kontennya berada di luar jangkauan yurisdiksi, kedaulatan digital, dan kewenangan hukum nasional. Selain itu, bisa dimanfaatkan untuk melawan kedaulatan negara dan mengancam keamanan nasional.
Sebagai perusahaan AS, Starlink dilindungi oleh US Cloud Act 2018. Data yang mereka kumpulkan atau berada di perusahaan itu tidak boleh diakses negara lain (termasuk Indonesia), tetapi harus terbuka pada pemerintah dan penegak hukum AS. Persoalannya, apakah Starlink mau tunduk pada hukum di Indonesia atau hukum AS?
Jika mereka melayani Papua atau daerah konflik lain, datanya bisa diakses intelijen dan pemerintah AS untuk kepentingan politik mereka.
Sebaliknya, data-data itu tidak bisa diakses pemerintah Indonesia. Inilah mengapa Starlink berbahaya bagi NKRI, terutama saat melayani wilayah pegunungan dan pedalaman Papua.
Contoh Kasus Ukraina dan Potensi Bahaya di Indonesia
Seperti yang terjadi di Ukraina, Starlink digunakan tentara Ukraina untuk melawan Rusia. Rusia kewalahan karena pergerakan pasukannya bisa terpantau oleh tentara Ukraina.
Lalu, apa jadinya jika OPM/KKB juga menggunakan fasilitas Starlink? Terlebih jika gerakan itu didukung asing, siapa yang akan bertanggung jawab jika menjadi semakin besar, canggih, dan mampu melawan TNI/Polri atau kekuatan negara?
Bagi rakyat kecil, mereka hanya tahu internet murah dan tersedia di pelosok pasti didukung. Namun, bagaimana dengan konsekuensinya? Itu yang harus dipikirkan.
Agak mendingan jika Elon Musk bersedia setuju dan komitmen tunduk pada undang-undang Indonesia. Lalu, wilayah layanan tidak mencakup wilayah rawan seperti Papua? Apakah Elon Musk mau? Silahkan ditanyakan pada mereka!
Dengan semua potensi risiko yang ada, Indonesia harus berhati-hati dalam memberikan izin operasi kepada Starlink.
Pemerintah harus memastikan bahwa kedaulatan dan keamanan nasional tetap terjaga tanpa terpengaruh oleh perusahaan asing, bahkan jika itu milik Elon Musk sekalipun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time


