Jateng

Akun Instagram Anonim Voltcyber_v2 Berusaha Bongkar Teka Teki Kasus Vina Cirebon, Buru Informasi 3 DPO

Afri Rismoko | 20 Mei 2024, 10:11 WIB
Akun Instagram Anonim Voltcyber_v2 Berusaha Bongkar Teka Teki Kasus Vina Cirebon, Buru Informasi 3 DPO

AKURAT.CO, Kasus pembunuhan Vina yang terjadi pada tahun 2016 kembali menjadi sorotan setelah sebuah akun Instagram anonim, voltcyber_v2, mengungkapkan serangkaian kejanggalan yang mengaburkan kebenaran dari kasus ini.

Misteri Data Alif Bachtiar yang Hilang Voltcyber_v2 mengklaim telah melakukan pengecekan terhadap semua nama Alif Bachtiar yang ada, namun tidak menemukan data Alif Bachtiar dari Cirebon.

Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa data Alif Bachtiar yang terkait dengan kasus tahun 2016 mungkin telah dihapus.

Baca Juga: Kick-Off 21 Mei: Berikut Jadwal Lengkap Pertandingan 16 Besar Liga 3 Nasional

Pernyataan ini semakin diperkuat dengan temuan bahwa akun Facebook atas nama Alif Bachtiar yang muncul belakangan bukanlah pelaku yang sebenarnya.

Kesimpangsiuran Keterangan Para Tersangka Akun tersebut juga menyoroti kebingungan yang terjadi dalam keterangan para tersangka terkait kasus ini.

Sejak kejadian hingga kasus ini kembali viral, terdapat banyak ketidakpastian informasi yang semakin memperumit penyelidikan.

Voltcyber_v2 mengajak publik untuk memahami konteks ini dengan membaca postingan di instagramnya sebelumnya yang telah dipublikasikan.

Baca Juga: Berikut 4 Stadion untuk Babak 16 Besar Liga 3 Nasional 2023/2024

Peran Lawyer dalam Skenario Kasus Pada saat kejadian tahun 2016, salah satu pengacara diduga membuat skenario tertentu yang mempengaruhi jalannya kasus. Saat kasus ini kembali viral, jumlah pelaku sebenarnya menjadi pertanyaan besar.

Voltcyber_v2 mempertanyakan apakah Bareskrim saat ini sedang memburu hantu atau orang yang nyata.

Klarifikasi Lebih Lanjut Voltcyber_v2 menyadari bahwa informasi yang disampaikan mungkin membingungkan bagi sebagian orang.

Oleh karena itu, ia menyarankan untuk membaca postingan sebelumnya agar mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kejanggalan yang diungkapkan.

Intimidasi dan Pengawasan Selain itu, akun voltcyber_v2 juga mengklaim bahwa saat ini sedang dipantau oleh orang Mabes Polri, namun tidak gentar dengan pengawasan tersebut.

Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa siapapun tidak perlu mencari tahu identitasnya, karena ia bisa saja berada di sekitar mereka. Kasus pembunuhan Vina Cirebon yang sudah berlangsung lama kini kembali memunculkan banyak tanda tanya.

Apakah akan ada perkembangan baru dari penyelidikan ini? Masyarakat masih menunggu jawaban yang pasti.

Voltcyber_v2 mengklaim bahwa pengungkapan kasus ini memerlukan keterlibatan dua mantan Kapolres Cirebon, Brigjen Pol Indra Jafar dan Brigjen Pol Adi Vivid Bachtiar.

Kedua tokoh ini diyakini memiliki kunci penting yang dapat membuka tabir misteri yang sudah terkunci selama delapan tahun.

Baca Juga: Berikut Drawing Grup Babak 16 Besar Liga 3 Putaran Nasional 2023/2024, Perebutkan Enam Tiket Promosi ke Liga 2

Intervensi dalam BAP dan Kesaksian yang Ditolak

Akun tersebut juga menyoroti kejanggalan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan terhadap delapan tersangka.

Menurutnya, BAP awal pernah ditarik kembali dengan alasan yang tidak masuk akal.  Pengakuan dari delapan tersangka yang ditarik kembali menimbulkan pertanyaan besar. Voltcyber_v2 mencurigai adanya intervensi saat para tersangka memberikan keterangan, sehingga ada upaya untuk membelokkan berkas kasus.

Kejanggalan Identitas DPO dan Peran Masyarakat

Voltcyber_v2 menyebutkan bahwa eks Kapolres Cirebon saat itu sebenarnya mengetahui identitas tiga DPO.

Namun, anehnya, tidak ada satu pun dari 46 RT di Banjarwangunan yang mengakui bahwa tiga DPO tersebut adalah warga mereka. Padahal, secara logis, RT seharusnya mengenali warganya sendiri. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa tiga DPO tersebut mungkin saja fiktif.

Dugaan Manipulasi dan Kebutuhan Penyidikan Ulang

Akun tersebut juga menuding adanya upaya dari pihak pengacara untuk membelokkan berkas dan merubah skenario kasus.

Jika memang tiga DPO tersebut tidak ada, maka ada kemungkinan skenario ini dibuat untuk meringankan hukuman delapan tersangka.

Oleh karena itu, Bareskrim diharapkan untuk menyelidiki kembali kasus ini dan memastikan apakah tiga DPO tersebut benar-benar nyata atau hanya fiktif.

Penghentian Penyelidikan dan Intimidasi terhadap Keluarga Korban

Penyelidikan kasus ini sebelumnya berhenti ketika Brigjen Pol Adi Vivid Bachtiar menggantikan posisi Kapolres. Selain itu, ada laporan intimidasi terhadap keluarga korban dari pihak yang tidak dikenal, menambah kompleksitas kasus ini.

Akun Anonim dalam Pengawasan

Voltcyber_v2 mengklaim bahwa akunnya saat ini dipantau oleh Mabes Polri, namun ia tidak gentar. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa siapapun tidak perlu mencari tahu identitasnya, karena ia bisa saja berada di sekitar mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A