Jateng

15 Tokoh Kabupaten Demak Masuk Polling Calon Bupati, Pakar Politik UIN Walisongo Beri Komentar

Afri Rismoko | 17 Mei 2024, 10:04 WIB
15 Tokoh Kabupaten Demak Masuk Polling Calon Bupati, Pakar Politik UIN Walisongo Beri Komentar

 

Akurat.co - Sejumlah tokoh Kabupaten Demak masuk dalam polling untuk Pilkada 2024.

Melalui platform Betapoll  merangkum daftar nama yang masuk dalam poling sejak 1 Mei hingga 31 Mei 2024.

Sejumlah tokoh yang berpotensi menjadi Calon Bupati Demak antara lain;

Baca Juga: Shin Tae-yong Panggil 22 Pemain untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 Melawan Irak dan Filipina, Elkan Baggott Tak Ikut

1. Eisti’anah (Bupati Demak)

2. H Ali Makhsun (Wakil Bupati Demak)

3. Sri Fahrudin BS (Ketua DPRD) Demak

4. Zayinul Fata (Wakil Ketua DPRD)

5. Maskuri (Wakil Ketua DPRD Demak)

6. Nur Wahid (Wakil Ketua DPRD Demak)

7. KH Aminudin (Ketua PCNU Demak)

8. Mulyani M Noor (Pendidik)

9. Singgih Setyono (Mantan Sekda Demak)

10. Teguh Sapto Utomo (Pengusaha)

11. Edy Sayudi (Pengusaha)

12. Ali Mansyur (Politisi)

13. Nurul Furqon (Politisi)

14. Ida Nur Saadah (Plitisi)

15. Ali Abdur Rahman (Pengusaha)

Pengamat politik UIN Walisongo Semarang, Dr M Kholidul Adib mengatakan polling semacam ini dari aspek metode penelitian memang masih lemah tingkat validitasnya karena responden tidak diketahui. 

"Tapi setidaknya melalui polling ini kita bisa tahu siapa saja para tokoh di Kabupaten Demak yang dinilai masyarakat layak untuk memimpin Kabupaten Demak ke depan," ujarnya, Jum'at (17/5/2024). 

Jadi menurut Adib tidak ada salahnya apabila masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam polling ini setidaknya untuk dijadikan bahan awal untuk mengetahui tingkat popularitas tokoh yang akan maju dalam Pilkada Demak. 

Polling semacam ini juga bisa menjadi masukan atau informasi bagi para elit partai untuk mengambil keputusan dalam menentukan figur siapa yang akan diusung sebagai calon bupati dan wakil bupati Demak ke depan.

Mengingat waktu pilkada tinggal 7 bulan lagi maka para tokoh yang berminat maju dalam pIlkada Demak, mulai sekarang sudah saatnya untuk lebih banyak tampil di tengah masyarakat untuk mengenal lebih dekat permasalahan yang dihadapi masyarakat Demak. 

"Para calon bupati itu juga harus sudah membangun jaringan dengan berbagai stakeholders masyarakat. Kalau saya mengamati saat ini baik kandidat maupun partai masih banyak yang nunggu perkembangan pusat, terkait rekom DPP, terutama partai2 masih nunggu aksi Prabowo untuk ketemu Megawati," beber Adib. 

Adib melanjutkan, bubungan Prabowo dan Megawati akan berimplikasi pada koalisi yang akan dibangun. Di Demak ada tiga partai yang mempunyai basis massa kuat yaitu PKB, PDIP dan Gerindra. Ketiga partai ini akan menjadi penentu peta koalisi di Pilkada Demak. 

PKB sebagai pemenang pileg 2024 di Kabupaten Demak tentu akan mengincar posisi bupati Demak. PDIP sebagai pemenang kedua pileg 2924 di Demak juga mengincar posisi bupati. Demikian juga dengan Gerindra Demak yang dalam posisi penuh percaya diri setelah Prabowo tampil sebagai pemenang pilpres 2024. 

"Tapi perkembangan politik pusat atau nasional juga bisa saja berdampak di daerah. Kalau sinyal dari pusat, jika PDIP bergabung dg Prabowo maka koalisi Pilkada akan cair atau bahkan pragmatis, tetapi jika sikap PDIP tetap oposisi, maka Pilkada Demak bisa jadi hanya akan ada 2 blok (poros koalisi kubu Prabowo versus kubu Mega)," ungkap Adib. 

Lantas bagaimana posisi PKB Demak? Mau gabung ke partai kubu Prabowo apa ikut partai blok Megawati? Di sinilah menariknya posisi PKB di Demak sebagai partai pemenang pemilu walau capres yang diusungnya kalah dalam pilpres 2024 kemarin namun posisi PKB tetap menentukan peta koalisi pilkada Demak 2024. 

"Itu kalau hanya ada dua blok saja. Tetapi kalau peta nasional mulai cair dan pilkada akan pragmatis, maka partai2 akan lebih realistis dalam memberikan dukungan kepada kandidat yang kira-kira lebih siap untuk memenangkan pilkada," ungkap Adib lagi. 

Adib menjabarkan, maksud lebih siap di sini mencakup aspek popularitas, elektabilitas, hingga isi tas. Meski demikian, ditingkat lokal Kabupaten Demak sebenarnya para kandidat yang serius sudah bisa tampil untuk sosialiasi dan sudah perlu ada survey kecil-kecilan.

"Setidaknya survey preferensi masyarakat dalam memilih kandidat cabup yang diharapkan itu seperti apa terutama dalam menyikapi elektabilitas dan popularitas nama-nama cabup yang sudah muncul atau yang sudah mendaftarkan diri kepada partai politik," tutup Adib.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A