AKURAT.CO, Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (13/3/2024) telah menyebabkan banjir bandang di enam kabupaten/kota di Jawa Tengah, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Demak, Pati, dan Kudus.
Kondisi ini memaksa ratusan warga untuk mengungsi dan menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru pada 14 Maret 2024, banjir telah menyebabkan berbagai kerusakan serta mempengaruhi ribuan warga.
Baca Juga: Masjid Saminah Sihyadi di Surakarta, Karya Arsitektur Unik yang Menyatu dengan Alam
Di Kota Semarang saja, banjir terjadi di 11 titik yang merendam rumah-rumah warga, sekolah, pertokoan, dan jalur transportasi utama.
Sejumlah pengungsian telah didirikan untuk menampung 207 orang yang terdampak.
Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Pekalongan, dimana banjir bandang di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, menelan dua korban jiwa dan merusak puluhan rumah warga.
Pihak BPBD telah bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan bencana di area terdampak.
Baca Juga: Persigar Garut Gaet Coach Suwita Pata untuk Kiprah di Liga 3 Nasional
Untuk menangani kondisi darurat ini, BPBD Jateng bersama dengan BPBD kabupaten/kota telah menyiapkan personel dan peralatan untuk evakuasi.
"Prioritas kami adalah penyelamatan nyawa, bukan harta benda. Kami berusaha keras untuk memastikan keamanan warga terdampak," ujar Bergas.
Selain itu, telah disiapkan pula tempat pengungsian, pompa air portable, dapur umum, dan distribusi logistik termasuk beras, mi instan, air mineral, dan kebutuhan dasar lainnya.
Khusus untuk Kota Semarang, BPBD Jateng telah mendistribusikan bantuan logistik signifikan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.
Pihak BPBD juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk mengatasi kondisi sungai dan mengurangi risiko banjir lebih lanjut.
Meski beberapa area telah mengalami surut, masih ada beberapa lokasi yang tetap tergenang. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang bisa terjadi.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menambahkan bahwa pihaknya telah menggerakkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan mendistribusikan bantuan logistik ke tempat-tempat pengungsian.
"Kami berupaya menyediakan dukungan maksimal kepada warga terdampak, termasuk kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, dan sarden," kata Imam.
Kerjasama antar instansi dan respons cepat dari BPBD serta dukungan dari masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi dampak banjir bandang di Jawa Tengah.
Seluruh pihak terkait terus berupaya keras untuk memulihkan kondisi dan membantu warga kembali ke kehidupan normal mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









