Jateng

Apa Penyebab Rancaekek Bandung Dihantam Tornado? Peneliti BRIN Pastikan Bukan Puting Beliung, Ini Beda Tornado dengan Puting Beliung

Arixc Ardana | 22 Februari 2024, 15:08 WIB
Apa Penyebab Rancaekek Bandung Dihantam Tornado? Peneliti BRIN Pastikan Bukan Puting Beliung, Ini Beda Tornado dengan Puting Beliung

 

AKURAT.CO, Apa Penyebab Rancaekek Bandung Dihantam Tornado? Peneliti BRIN Pastikan Bukan Puting Beliung, Ini Beda Tornado dengan Puting Beliung

Wilayah Rancaekek, yang terletak di perbatasan Bandung-Sumedang, menjadi pusat perhatian setelah diguncang oleh fenomena alam yang jarang terjadi pada tanggal 21 Februari 2024.

Bukan sekadar hujan deras atau angin kencang biasa, tapi sebuah tornado yang melanda, merusak sebagian wilayah tersebut.

Baca Juga: Perolehan Suara Ketua Fatayat NU Jateng Terus Merosot, Ada Apa?

Fenomena ini mengejutkan banyak pihak, termasuk para ahli di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), yang menyebutnya sebagai tornado pertama di Indonesia.

Erma Yulihastin, seorang ahli klimatologi dari BRIN, memberikan penjelasan yang membedakan tornado dari fenomena puting beliung yang sering kali terjadi di Indonesia.

Menurutnya, tornado memiliki kekuatan angin yang lebih besar dan dampak yang lebih luas dibandingkan dengan puting beliung.

Hal ini didukung oleh data yang menunjukkan bahwa tornado memiliki minimal kecepatan angin sebesar 70 km/jam, sementara angin puting beliung terkuat hanya mencapai 56 km/jam.

Salah satu hal yang menarik dari pernyataan Erma adalah kesamaan struktur tornado Rancaekek dengan tornado yang umumnya terjadi di belahan bumi utara, seperti Amerika Serikat.

Erma mengklaim bahwa kesamaan tersebut mencapai 99,99%, yang menunjukkan betapa langka dan uniknya fenomena ini di Indonesia.

Terkait dengan prediksi cuaca, Erma menyebut bahwa BRIN telah memprediksi adanya "extreme event" pada tanggal 21 Februari 2024 melalui sistem informasi prediksi iklim bernama Kamajaya.

Hal ini menunjukkan bahwa badai tornado bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi di Indonesia, dan prediksi seperti ini memungkinkan upaya mitigasi dan persiapan yang lebih baik dari pemerintah dan masyarakat.

Investigasi yang akan dilakukan oleh tim BRIN diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena tornado ini.

Data dari masyarakat dan media, berupa foto dan video kronologis peristiwa, dianggap sangat berharga dalam proses ini.

Tidak hanya itu, ada yang berpendapat jika tornado terjadi diawali dari pusaran angin dari atas (langit-red) kemudian menuju permukaan tanah (bumi-red)

Sedangkan puting beliung kebalikannya, terjadi diawali adanya pusaran angin dari permukaan tanah yang membesar hingga ke atas (langit-red).

Dengan adanya peristiwa ini, masyarakat di Indonesia diharapkan lebih waspada terhadap potensi terjadinya fenomena cuaca ekstrem seperti tornado di masa mendatang.

Pemahaman yang lebih baik tentang risiko ini, didukung oleh prediksi yang lebih akurat, dapat membantu mengurangi kerugian dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana alam.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.