Jateng

Mengurai Hubungan Green Inflation dengan Protes Rompi Kuning di Prancis

Afri Rismoko | 22 Januari 2024, 12:31 WIB
Mengurai Hubungan Green Inflation dengan Protes Rompi Kuning di Prancis

AKURAT.CO, Istilah green inflation dikatikan dengan gerakan rompi kuning di Prancis empat enam tahun silam.

Dalam debat keempat Pilpres 2024, isu Green Inflation menjadi pusat perhatian. Gibran, calon presiden nomor urut 2, mengajukan pertanyaan kritis kepada Mahfud MD, calon nomor 3, mengenai bagaimana mereka akan menangani fenomena ini.

"Namanya green inflation, kita kasih contoh yang simpel aja. Demo rompi kuning di Prancis, bahaya sekali, sudah memakan korban. Harus kita antisipasi. kita belajar dari negara maju," ungkapnya. 

Pada akhir tahun 2018, Prancis menjadi saksi atas gelombang protes besar yang dikenal sebagai gerakan "Rompi Kuning".

Demonstrasi ini diawali oleh kenaikan harga bahan bakar yang disahkan oleh pemerintah di era kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron.

Baca Juga: Kecelakaan Fatal di Pemalang: Bus Jepara-Jakarta Jatuh, Dua Korban Meninggal

Kebijakan ini, bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mencegah kerusakan lingkungan, memicu inflasi dan meningkatkan biaya hidup, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan penduduk pedesaan.

Sebanyak 58.600 orang turun ke jalan, mengenakan rompi kuning, simbol keadaan darurat, sebagai bentuk protes.

Tindakan ini memblokir akses transportasi dan melumpuhkan sektor ekonomi. Hingga Januari 2019, sekitar 11 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: LIVE STREAMING Live Skor Persib Bandung vs Dewa United, MENANG SIAPA? Cek SCORE Babak Pertama Kedua GRATIS Nonton di RCTI

Peristiwa ini sering dikaitkan dengan "green inflation" atau inflasi hijau, sebuah fenomena di mana kenaikan harga bahan mentah dan energi terjadi sebagai akibat dari transisi kebijakan ramah lingkungan.

Protes Rompi Kuning di Prancis menjadi simbol dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh kebijakan peralihan energi yang tidak hati-hati.

Baca Juga: HASIL AKHIR Oman Menang atas Thailand, Ini Syarat dan Perhitungan Baru Indonesia agar Lolos Babak 16 Besar Piala Asia 2023

Dalam video di kanal Youtube KPU RI saat acara Debat Cawapres pada Minggu (21/01/2024) terlihat Gibran Rakabuming Raka mengenakan kemeja warna biru muda dengan didampingi Capres 02 Prabowo Subianto. 

Cawapres nomor urut 02 itu juga terlihat menggunakan pin berlogo One Piece saat menghadiri acara debat Cawapres.

Istilah Green Inflation dan pergerakan Rompi Kuning mencuat dalam debat tersebut yang dilontarkan Gibran.

Green Inflation menjadi topik panas yang didebatkan pada ajang debat keempat pilpres 2024.

Baca Juga: Syarat Indonesia Lolos Babak 16 Besar Piala Asia, Usai Oman Ditahan Imbang Thailand, Cek Perhitungan Peluang Terbaru Meski Terasa Berat

Berawal dari Gibran, paslon nomor urut 2, bertanya kepada Mahfud MD (paslon nomor 3).

Namun Mahfud MD malah menganggap pertanyaan yang dilontarkan Gibran tersebut adalah pertanyaan receh di kalangan akademisi. 

Green Inflation menjadi topik panas yang didebatkan pada ajang debat keempat pilpres 2024. Berawal dari Gibran, paslon nomor urut 2, bertanya kepada Mahfud MD (paslon nomor 3).

Baca Juga: Terbaru! Kode Redeem Lords Game Mobile Hari Ini 22 Januari 2024, Klaim Sekarang

Pada dasarnya, Greenflation sendiri merupakan istilah yang menggambarkan naiknya harga barang-barang ramah lingkungan akibat tingginya permintaan terhadap bahan bakunya, namun pasokannya tak mencukupi.

Sehingga terjadi inflasi imbas dari transisi energi itu.

Mengadaptasi metode produksi dengan teknologi rendah karbon, yang mengeluarkan lebih sedikit gas rumah kaca, di satu sisi memerlukan investasi besar dan mahal yang akan meningkatkan biaya marjinal setiap unit yang diproduksi dalam jangka pende.

Dan di sisi lain, penggunaan energi dari bahan yang lebih langka dan karena itu lebih mahal. Hal ini akan menciptakan tekanan ke atas pada harga.

Baca Juga: Siapa Tom Lembong yang Namanya Kerap Disebut Gibran Saat Debat Pilpres, Ternyata Bukan Sosok Sembarangan, Cek Profil Instagram

Direktur Executive European Central Bank Isabel Schnabel dalam pernyataan yang dipublikasikan di website bank sentral Eropa berjudul A new age of energy inflation: climateflation, fossilflation and greenflation.

Menurut Isabel, sejauh ini, dampak inflasi hijau terhadap harga konsumen akhir jauh lebih kecil dibandingkan fossilflation.

"Oleh karena itu, sangatlah menyesatkan untuk mengklaim bahwa penghijauan perekonomian kita adalah penyebab tingginya kenaikan harga-harga energi."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A