Jateng

Rajut Jateng Sebut Jokowi Telah Banyak Melanggar Konstitusi, Mantap Dukung Ganjar Mahfud

Theo Adi Pratama | 10 Desember 2023, 18:27 WIB
Rajut Jateng Sebut Jokowi Telah Banyak Melanggar Konstitusi, Mantap Dukung Ganjar Mahfud

 

AKURAT.CO, Tim Relawan Ganjar-Mhafudz yang tergabung dalam Rajut (Relawan Tindak Lanjut) Jateng memberikan nilai merah terhadap Presiden Joko Widodo.

Menurut Budi Setiawan selaku Ketua Rajut Jateng, Jokowi telah banyak melanggar konstitusi selama memimpin negara.

"Banyak konstitusi yang telah dilanggar. Ini menjadi penilaian kami dan komunitas aktifis 98 di Jawa Tengah," ujar Proa yang akrab disapa Iwan pada Minggu (10/12/2023). 

Baca Juga: Hujan Gol di Stadion: PSIP Pemalang Tundukkan Persiku dengan Skor Telak, Kemenangan Sempurna Membuat Grup H Semakin Ketat

Iwan mengatakan, dalam konteks kontestasi politik pada Pemilu Presiden 2024, aktifis 98 melihat bahwa telah terjadi pembelokan demokrasi yang membabi buta oleh penguasa. Sistem hukum dan kebebasan berpendapat di-intervensi oleh penguasa sehingga mengancam pelaksanaan pemilu yang jurdil.

Sementara itu, Muhaji Abriyah selaku Pimpinan Eksekutif Nasional Rajut mengatakan, dalam momen Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Kami, Relawan Tindak Lanjut (RAJUT) Jawa Tengah kembali meneguhkan komitmen terhadap penghargaan, perlindungan dan pemenuhan HAM bagi semua warga. 

Baca Juga: PSIK Menang Telak 3-1 Atas PSIW di Babak 12 Besar Liga Jawa Tengah, Laskar Harimau Merapi Kokoh di Puncak Klasemen

rajut meyakini bahwa HAM bagi semua warga negara merupakan indikator utama keberhasilan berbangsa-bernegara.

Saat ini Indonesia sedang mengalami darurat KKN, banyak menteri dan pejabat negara yang melakukan KKN, suap, abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dan melanggar HAM, hal itu menunjukkan bahwa nomokrasi (kedaulatan hukum) belum dijalankan dengan baik. Hukum justru digunakan alat oleh penguasa saat ini untuk melanggengkan kekuasaannya melalui cara-cara yang tidak beretika dan menciderai nilai-nilai dasar demokrasi.

“Kami, Rajut sebagai organisasi relawan sosial-politik yang didirikan pada tahun 2023 oleh aktivis Reformasi 98, kaum professional, aktivis sosial, tokoh agama, tokoh pemuda dan pelaku usaha berkomitmen untuk terus merajut berbagai elemen bangsa untuk tegaknya HAM, demokrasi, keadilan sosial-ekonomi dan pemberantasan korupsi-kolusi-nepotisme (KKN) di Indonesia”, tegas Muhaji. 

Baca Juga: Persik Kendal Bangkit, Raih Kemenangan Dramatis atas UNSA ASMI di Babak 12 Besar Liga 3 Jawa Tengah

Muhaji melanjutkan, sebagai bagian dari aktor demokrasi, Rajut akan memperkuat konsolidasi demokrasi agar tatanan politik-sosial tetap berada dalam koridor demokrasi.

“Rajut Jawa Tengah memandang bahwa hanya Capres-Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang masih berkomitmen menjaga demokrasi di Indonesia agar tetap sejalan dengan amanat Reformasi 1998 khususnya menjaga demokrasi dan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Indonesia," tandasnya.

Rajut yakin bahwa Ganjar-Mahfud akan membawa Indonesia Unggul, Indonesia Adil Lestari dan Indonesia Sejahtera. Untuk itu, rajut tegas mendukung Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024

"Kami mengajak rakyat untuk memenangkan Ganjar-Mahfud sebagai Presiden-Wakil Presiden Indonesia 2024-2029”, ujar Iwan.

Baca Juga: Merespon Aduan Warga Anjasmoro Karena Wilayahnya Kerap Banjir, Mbak Ita Temukan Saluran Air Tersumbat

Pada acara Konsolidasi Rajut Jawa Tengah di Bandungan Semarang hari ini, 10 Desember 2023, pihaknya mengkonsolidasikan seluruh pimpinan dan simpul-simpul Rajut yang telah berdiri di 35 Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah untuk menyusun langkah-langkah konkrit penggalangan dukungan kepada Capres-Cawapres Ganjar Pranowo – Mahfud MD.

“Rajut Jawa Tengah akan melakukan kampanye door-to-door dan sosialisasi visi-misi Ganjar-Mahfud kepada komunitas di akar rumput, komunitas penggerak masyarakat, mahasiswa dan komunitas anak muda milenial dan generasi Z," ujar Iwan.

Iwan menjelaskan target RAJUT Jawa Tengah adalah berkontribusi optimal dalam memenangkan Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah dengan perolehan suara di 65 persen dari total pemilih.

Achmad Dinar Saefuddin, Sekretaris Eksekutif RAJUT Jawa Tengah menambahkan rakyat Indonesia, butuh perbaikan.

"Perbaikan adalah sintesa dari semua yang ada. Perbaikan yang akan kita tuju adalah menjaga kebijakan/program lama yang masih baik dan membuat kebijakan/program baru yang lebih baik! al muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wa akhdzu bil jadidil aslah," tutupnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.