Mbak Ita Puji Muhammadiyah Karena Terlibat Dalam Penurunan Angka Stunting

AKURAT.CO, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memberikan pujian kepada Pimpinan Daerah Muhammadiya (PDM) Kota Semarang karena terlibat dalam penurunan angka stunting di Ibu Kota Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Mbak Ita, sapaan akrabnya saat menghadiri apel akbar Milad Muhammadiyah ke-111 bertajuk “Ikhtiar Menyelamatkan Semesta” di halaman Balai Kota Semarang, Minggu pagi (10/12/2023).
Dalam kesempatan itu, Mbak Ita mengapresiasi keterlibatan Muhammadiyah utamanya kelompok Aisyiyah karena langsung memberikan perhatian kepada putri-putri remaja dan calon ibu utamanya wanita hamil.
Baca Juga: Kontroversi Veto AS terhadap Resolusi Gencatan Senjata di Gaza: Profil Robert A Wood
Menurutnya, hal ini adalah langkah awal yang tepat untuk pencegahan anak stunting.
“Komitmen perjuangan stunting Muhammadiyah sangat luar biasa. Kami atas nama Pemkot Semarang dan masyarakat mengucapkan terima kasih untuk komitmen pencegahan stunting. Pada saat sekarang keluarga besar Muhammadiyah sudah sangat membantu, mensupport kami, saling sinergi, utamanya Aisyiyah yang sudah membantu dalam upaya penurunan stunting dan pencegahan penanganan HIV Aids,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dirinya berharap, PDM Muhammadiyah Kota Semarang bisa terus berkomitmen dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot), utamanya penanganan stunting.
Hal ini senada dengan tujuan Pemkot Semarang untuk zero stunting di tahun 2024.
“Kami berharap bisa semakin masif dilakukan, karena Pemkot Semarang berharap 2024 bisa zero stunting. Nah tentu dari keluarga besar Muhammadiyah bisa mendorong mewujudkan itu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mbak Ita menjelaskan, saat ini ada 916 anak dalam kondisi stunting di Kota Semarang.
Baca Juga: Mohamed Salah Cetak Gol ke-200 untuk Liverpool dalam Kemenangan Dramatis
Jumlah itu sudah turun dari angka 932 anak. Meski demikian, Mbak Ita terus mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang untuk terus memberikan perhatian khusus bagi remaja-remaja putri untuk selalu menjaga pola hidup yang baik.
“Karena memang bahwa stunting tidak hanya dari anak. Tetapi harus dimulai dari remaja putri, calon pengantin, pengantin, ibu hamil. Ibu hamil kita prioritaskan karena kalau tidak kita prioritaskan nanti anaknya akan stunting. Jadi yang stunting anaknya sudah sembuh, tapi kalau dari ibu kemudian melahirkan, ada anak stunting lagi. Jadi ini terus menerus justru kita ini pendekatan kepada ibu-ibu atau calon ibu untuk pencegahan KEK (Kurang Energi Kronis) atau anemia,” imbuhnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







