Miliki Ciri Khas Tersendiri, Dinlutkan Demak Dorong Produksi Ikan Asap Desa Cabean

AKURAT.CO DEMAK - Desa Cabean Kecamatan/Kabupaten Demak menjadi salah satu penghasil ikan asap di Kota Wali, menariknya mayoritas media pengasapan menggunakan janggel jagung dan jerami.
Selain itu, meskipun Kabupaten Demak terkenal akan ikan asap manyung, namun para pengusaha perikanan di Desa Cabean sampai saat ini enggan memproduksinya dan lebih memilih jenis ikan lain.
Baca Juga: Pijar Mas Wedung Pamerkan Produk - Produk Unggulan Hasil Laut
"Menurut kami ikan asap di cabean itu cukup menarik, cuman memang untuk membuat sentra asap lagi kan butuh dana yang cukup besar, artinya ya kami juga membina di sana bahkan kita dorong untuk meningkatkan produk-produknya," terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Demak, Nanang Tasunar.
"Menurut kami ikan asap di cabean itu cukup menarik, cuman memang untuk membuat sentra asap lagi kan butuh dana yang cukup besar, artinya ya kami juga membina di sana bahkan kita dorong untuk meningkatkan produk-produknya," terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Demak, Nanang Tasunar.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Religi yang Lokasinya Berada di Daerah Konflik Israel Palestina
Menurut Nanang, bahan bakar media pengasapan di Desa Cabean rata-rata menggunakan janggel jagung. Adapun yang menggunakan jerami biasanya ada permintaan khusus dan untuk jenis ikan tertentu.
"Dulu memang batok, memang sekarang ini kalau jagung dihitung-hitung secara keekonomiannya ini lebih masuk lah. Tapi kalau mungkin ada yang pengen dari jerami itu sudah ada permintaan-permintaan khusus," ungkapnya.
Baca Juga: Daftar Negara Asia yang Mendukung Kemerdekaan Palestina, Salah Satunya Dari Indonesia
Terpisah, Ketua Kelompok Panggang Sejahtera Desa Cabean, Muryanto menyebut, pihaknya mampu memproduksi hingga 1 ton ikan asap per hari yang dilakukan oleh 20 anggotannya.
Kata dia, produksi seberat itu dari total ikan asap air tawar dan ikan laut.
Baca Juga: Kegagalan Keamanan Berbuah Sanksi untuk Persipa di Pegadaian Liga 2
"Total semuanya itu ikan laut rata-rata 50 Kg kali 10 orang itu 500 Kg, untuk air tawar itu antara 500 kg - 600 kilogram dalam sehari," katanya.
Muryanto menyebut, Desa Cabean dari generasi sebelumnya memang tidak memproduksi ikan asap manyung. Untuk ikan laut yang diproduksi antara lain ikan salem, tombro dan peres.
"Memang sejak dulu di sini (tidak produksi manyung), ikan lautnya ada tombro, salem, peres, ada juga ikan semar," tukas Muryanto. (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




