Pj Gubernur Jawa Tengah Dorong Apindo Sosialisasikan Pemilu Damai

AKURAT.CO, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mendesak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng untuk aktif dalam sosialisasi pemilu damai. Tujuannya, agar para buruh tidak mudah terprovokasi di tengah pemanasan politik.
Pada pertemuan dengan DPP Apindo Jateng di Kantor Gubernur pada Rabu (1/11/2023), Nana Sudjana menekankan pentingnya pemilu yang berlangsung dalam suasana damai.
"Karena di tahun politik, berbagai cara digunakan untuk mendapatkan simpatisan," tutur Nana.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 3 November 2023 Kota Semarang dan Jateng, Potensi Hujan Ringan hingga Sedang
Nana mengingatkan potensi beredarnya hoaks dan ujaran kebencian selama perhelatan pemilu. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi.
"Jangan langsung menerima begitu saja, harus membandingkan beberapa sumber," tambahnya.
Tak hanya itu, Nana juga menyoroti potensi besar Jawa Tengah dalam menarik investasi. Stabilitas politik dan sosial saat pemilu akan menjadi indikator penting bagi iklim investasi di wilayah tersebut.
Baca Juga: PS USM Siap Targetkan Poin Penuh Atas PS Romeo
"Kami juga fokus pada pendidikan vokasi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang siap memenuhi kebutuhan industri," jelas Nana.
Dalam upaya mewujudkan pemilu damai, Ketua DPP Apindo Jateng, Frans Kongi, menegaskan komitmen Apindo.
"Kami melarang adanya kampanye di dalam perusahaan, agar kerukunan terjaga dan produktivitas perusahaan tetap optimal," kata Frans.
Frans juga menambahkan bahwa Apindo Jateng berkomitmen untuk turut serta dalam penanggulangan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan dan stunting.
"Kerja sama kami dengan Pemprov Jateng selama ini sudah terjalin dengan baik," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






