Jateng

Cuaca Panas Ekstrem, Kadinkes Kota Semarang Sarankan Hentikan Diet dan Minum Air Putih Hingga Tiga Liter

Afri Rismoko | 2 Oktober 2023, 14:32 WIB
Cuaca Panas Ekstrem, Kadinkes Kota Semarang Sarankan Hentikan Diet dan Minum Air Putih Hingga Tiga Liter

AKURAT.CO– Cuaca panas ekstrem yang melanda dua bulan terakhir ini memunculkan banyak keluhan masyarakat. Di Kota Semarang sendiri, rata-rata suhu mencapai 36 hingga 38 derajat selsius pada hari Senin (2/10/2023).

Abdul Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang menghimbai agar masyarakat mencukupi asupan makanan, cukup istirahat, dan menambah konsumsi air putih hingga 3 liter per hari serta hentikan diet sementara untuk menjamin kekebalan tubuh dari berbagai penyakit.

“Untuk merehidrasi tubuh, dalam kondisi normal harus minum air putih dua liter perhari, namun dalam kondisi panas ekstreme seperti sekarang ini maka harus ditambah setengah sampai satu liter. Kemudian tidak boleh diet, kondisi panas ekstreme seperti ini menuntut tubuh terus untuk diisi dengan makan teratur. Bila perlu, tambah konsumsi vitamin seperti vitamin A,B, dan C untuk membantu kekebalan tubuh naik,” ujar Hakam saat diwawancara di kantornya.

Baca Juga: Nabi Muhammad Teladan Bagi Pendidik, Ini Peringatan Maulid Nabi di Badko LPQ Kota Semarang

Kemudian Hakam melaporkan bahwa angka penyakit terbanyak pada dua bulan cuaca panas ekstreme di Kota Semarang adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Diare.

“Kalau kita lihat dalam dua bulan terakhir kalau kita respon cepat kewaspadaan dini terhadap cuaca panas ekstreme di Kota Semarang ini data penyakit akibat panas ekstreme ini yang terbesar adalah ISPA dan Diare,” ujar Hakam.

Hakam menyampaikan bahwa ISPA ini bisa jadi infeksi paru-paru jika tidak ditangani dengan baik. Kemudian diare yang disebabkan karena konsumsi air yang kurang, atau air yang tidak bersih karena ketersediaan air yang menipis karena panas ekstreme. Selain itu pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme dalam air yang dikonsumsi manusia itu juga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penderita diare.

Baca Juga: Dinas Pertanian Demak Lakukan Monitoring Demplot CSA Genta Organik Komoditas Kacang Hijau

Kemudian dalam data yang disediakan Dinas Kesehatan Kota Semarang, di masa panas seperti ini muncul polutan-polutan berbahaya yang diteliti setiap bulan seperti Co2, Nitrogen Dioksida, kemudian debu-debu Particulary Matter (PM) 10 dan PM 2,5.

“Nah PM 10 dan 2,5 ini yang di 16 kecamatan kondisinya itu di level sedang dan merah. Nah debu-debu PM 10 dan 2,5 itu kalau memapar kita manusia bisa menyebabkan radang di tenggorokan. Kalau masuk di saluran mata jadi keruh. Kemudian resiko diabetesnya akan tinggi,” beber Hakam.

Jika kita lihat, tambah Hakam, suhu saat ini rata-rata 36 derajat selsius ke atas. Hal itu menyebabkan resiko dehidrasi sangat tinggi. Jika dehidrasi terlalu tinggi, menyebabkan hilang konsentrasi karena tubuh kekurangan air. Kemudian untuk penderita diabetes, Hakam mengatakan di cuaca yang sangat panas ini biasanya orang-orang tergoda untuk meminum air es yang cukup banyak. Hakam mengingatkan perlu bagi penderita diabetes untuk memperhatikan kadar gula dalam air es tersebut.

“Apalagi jika penderita diabetes itu mengkonsumsi air minum es karena saking panasnya, jika tidak memperhatikan kadar gulanya maka beresiko akan mengantarkan penderita diabetes ke kondisi gawat,” tuturnya.

Baca Juga: Petugas Dinas Pertanian Lakukan Vaksinasi PMK di Desa Weding Bonang

Selain itu, Hakam juga menyoroti resiko yang lebih besar lagi bagi anak-anak di cuaca panas ekstreme seperti sekarang ini. Menurut Hakam, anak-anak adalah kelompok umur paling rentan di cuaca seperti ini.

“Anak-anak saat ini menjadi kelompok paling rentan terhadap cuaca panas ekstreme dengan resiko diare dan ISPA lebih besar,” tutupnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A