Menulislah Jika Kamu Bukan Anak Pejabat, Ini Dialog Santri Bersama Andy Budiman di Ponpes Al-Fadhilah Semarang

AKURAT.CO SEMARANG, Banyak sekali tokoh-tokoh besar di dunia yang namanya abadi lewat tulisan.
Sebut saja Karl Marx, Hegel, Pramoedya Ananta Toer, Tan Malaka, hingga Imam Al-Ghazali dan masih banyak lagi.
Mereka bukan hanya dikenang karena karya tulisnya, mereka bahkan mampu merubah peradaban dunia hingga menjadi seperti sekarang ini.
Baca Juga: Puluhan Petani Melakukan Praktek Pembuatan Pupuk Alami di Kursus Tani
Imam As-Syafi’i, yang merupakan tokoh penting dalam pembentukan ilmu Ushulul Fiqh pernah memberi satu pernyataan menohok kepada muridnya, “Jika kamu bukan anak raja, menulislah”.
Pernyataan itu disampaikan karena hanya dengan menulis, orang biasa yang bukan siapa-siapa akan dikenang selamanya di dalam sejarah.
Murid Imam Syafi’I yang memang sebagian besar berasal dari kalangan rakyat jelata dan budak, dituntut untuk menulis agar nama mereka tidak tenggelam ditelan arus sejarah.
Baca Juga: Perubahan Daya di Sektor Agriculture Tingkatkan Produksi Pertanian di Demak
Akhirnya muncullah murid-murid Imam Syafi’I yang punya andil besar dalam membangun peradaban umat Islam, contoh saja Al Muzanniy, Al Buyuthiy, Ar Robi’ bin Sulaiman Al Marodiy, Al-Za’faroniy, dan Al-Karobisiy.
Diskursus tersebut disampaikan dalam Orientasi Mahasiswa baru 2023 di Pondok Pesantren Al-Fadhilah Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang pada Selasa malam (19/9/2023).
Dalam orientasi tersebut, hadir sebagai pemateri Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman yang juga menjadi calon legislatif DPR RI daerah Pemilihan Jateng I (Semarang, kab Semarang, Salatiga, dan Kendal).
Baca Juga: Viral, Uma Oma Cafe Sebuah Cafe dengan Konsep yang Homey dan Dilayani Lansia
Andy Budiman yang berlatar belakang jurnalis berpengalaman internasional memberi pembekalan kepada para santri agar terus menulis dan berkarya walaupun memiliki kesibukan sebagai mahasiswa.
Menurut Andy, lingkungan pondok pesantren yang memang diperuntukan bagi pembelajar, adalah tempat yang pas untuk menempa kemampuan menulis dan berpikir.
“ya seperti yang dibilang Imam Syafi’I, kita itu kalau nggak punya jabatan dan bukan orang kaya ya Cuma menulis jalan satu-satunya agar nama kita dikenang,” ujar Andy.
Andy yang pernah menjadi redaktur kantor berita di Jerman, Deutch Welle menyampaikan pengalamannya bahwa karena kesibukannya menulis mampu mengantarkan dirinya yang lahir dari desa terpencil di Lampung menjadi jurnalis internasional di Jerman.
“Saya sendiri sejak dulu kesibukannya menulis dan membuat berita, akhirnya mengantarkan saya sampai jadi seperti ini,” tuturnya.
Sementara itu, Teddy Kholiluddin dalam materinya memaparkan dengan tulisan dirinya mampu mengungkap berbagai persoalan di masyarakat, terkhusus mengenai dinamika kerukunan antar umat beragama.
Baca Juga: Mencicipi Tahu Kupat plus Telur Sido Mampir Surakarta, Kuliner Khas yang Sudah Melegenda Sejak Dulu
Pria yang saat ini mejadi pembina Lembaga Sosial Agama (eLSA) Semarang menyampaikan bahwa tulisannya yang dimanifestasikan dalam bentuk peneilitian saat ini menjadi rujukan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai kasus tindakan intoleransi.
“di saat teriakan kita mengenai berbagai permasalahan sosial, tulisan bisa menjadi alternatif menyampaikan pendapat dan lebih besar kemungkinannya dedengar oleh pemangku kebijakan,” tandas Dosen Sosiologi di Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.
Di akhir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadhilah, KH Iman Fadhilah mengucapkan terimakasih kepada para pemateri yang telah memberikan nasehat kepada para santrinya.
Iman Fadilah juga meyakinkan para santrinya agar terus belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis.
“Tentunya menulis adalah sebuah sarana untuk menuangkan pemikiran dan pendapat agar tersebar luas di masyarakat. Jadi jika pemikiran kita ingin didengar oleh masyarakat luas, jangan berhenti menulis,” tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time




