Honor Robot Phone Unjuk Gigi di Final Piala Dunia 2026, Kamera AI Bisa Ikuti Bola dan Pemain Secara Otomatis

JATENG.AKURAT.CO, HONOR kembali mencuri perhatian dunia teknologi dengan memperlihatkan perangkat konsep terbarunya, HONOR Robot Phone, dalam ajang Final Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat.
Smartphone futuristis ini menjadi sorotan karena dibekali sistem kamera robotik berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengikuti pergerakan objek secara otomatis tanpa perlu diarahkan oleh pengguna.
Penampilan perangkat tersebut menjadi salah satu demonstrasi teknologi paling menarik di ajang olahraga terbesar dunia.
Sebelumnya, HONOR juga sempat memamerkan Robot Phone dalam gelaran World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, namun kali ini teknologi tersebut diuji langsung dalam lingkungan yang jauh lebih dinamis.
Berbeda dengan smartphone pada umumnya yang memiliki modul kamera statis, HONOR Robot Phone mengusung sistem kamera yang dipasang pada mekanisme gimbal aktif.
Teknologi ini memungkinkan kamera bergerak secara independen untuk mengikuti objek yang sedang dipantau.
Dalam demonstrasi yang dilakukan selama final Piala Dunia 2026, perangkat terlihat mampu melacak bola maupun pemain yang bergerak cepat di lapangan.
Kamera secara otomatis menyesuaikan sudut pengambilan gambar agar subjek tetap berada dalam frame tanpa campur tangan operator.
HONOR menjelaskan, bahwa sistem tersebut menggabungkan teknologi computer vision, pelacakan objek berbasis AI, dan aktuator mekanis yang bekerja secara real-time.
Dengan kombinasi tersebut, perangkat dapat mengenali target, memprediksi arah gerakannya, lalu menggerakkan kamera mengikuti pergerakan tersebut secara presisi.
Teknologi yang digunakan HONOR Robot Phone berbeda dengan sistem stabilisasi kamera yang saat ini umum ditemukan pada smartphone premium.
Jika Optical Image Stabilization (OIS) hanya menggerakkan lensa atau sensor untuk mengurangi getaran, dan Electronic Image Stabilization (EIS) mengandalkan pemrosesan perangkat lunak, Robot Phone memiliki kemampuan bergerak yang jauh lebih luas.
Kamera tidak hanya menstabilkan gambar, tetapi juga mampu mengubah sudut pandang secara aktif untuk terus mengikuti objek yang bergerak.
Pendekatan ini membuka kemungkinan baru dalam dunia fotografi dan videografi mobile.
Selain digunakan untuk merekam pertandingan olahraga, HONOR menilai teknologi kamera robotik ini memiliki banyak potensi aplikasi lain.
Beberapa skenario penggunaan yang diperlihatkan meliputi:
-Perekaman olahraga tanpa operator kamera.
-Live streaming otomatis.
-Video conference yang dapat mengikuti pergerakan pengguna.
-Produksi konten kreator tanpa tripod atau gimbal tambahan.
-Dokumentasi aktivitas dengan pelacakan objek otomatis.
Dengan kemampuan tersebut, smartphone masa depan berpotensi menjadi perangkat yang lebih mandiri dalam proses pengambilan gambar.
Meski berhasil menarik perhatian publik, HONOR menegaskan bahwa Robot Phone saat ini masih merupakan perangkat konsep.
Perusahaan belum mengungkap detail spesifikasi teknis seperti jenis sensor kamera yang digunakan, kemampuan zoom, tingkat kebebasan gerak mekanisme kamera, maupun platform hardware yang menjadi basis pengembangannya.
HONOR juga belum memberikan informasi terkait kemungkinan produksi massal atau integrasi teknologi serupa ke dalam lini smartphone komersial dalam waktu dekat.
Kehadiran Robot Phone menunjukkan arah baru perkembangan industri smartphone.
Jika sebelumnya inovasi kamera lebih berfokus pada peningkatan sensor dan pemrosesan gambar berbasis software, kini produsen mulai mengeksplorasi integrasi AI dengan sistem mekanis yang mampu bergerak secara fisik.
Melalui demonstrasi di Final Piala Dunia 2026, HONOR memperlihatkan bahwa kecerdasan buatan tidak hanya dapat digunakan untuk mengolah data, tetapi juga untuk mengendalikan komponen perangkat secara langsung.
Walaupun masih berada pada tahap pengembangan, HONOR Robot Phone memberikan gambaran menarik tentang bagaimana smartphone generasi berikutnya dapat menggabungkan AI, robotika, dan teknologi pencitraan dalam satu perangkat yang lebih cerdas dan adaptif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






