Cerita Tentang Jalan Bergota, Dimana Ada Kampung yang Menyatu dengan Area Pemakaman Umum di Semarang

AKURAT.CO Misteri, Bagi warga Semarang siapa yang tidak mengetahui tentang jalan bergota? Banyak sekali cerita yang menyelimuti seputar jalan di Semarang ini.
Kawasan tersebut sebenarnya sangat ramai karena hanya berjarak sekitar sepuluh menit jika kita berjalan kaki dari Tugu Muda.
Terlebih, lokasi jalannya memang dekat dengan pasar kembang dan merupakan perkampungan yang juga kerap disebut sebagai Kampung Bergota Krajan.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Merebak, Faktor Depresi yang Tinggi dan Upaya Penanganannya Bagi Remaja
Meski berada di tengah kota, struktur jalan di sekelilingnya justru mirip seperti bukit kecil.
Jalan Bergota sendiri sangat identik dengan nuansa angker karena disana memang ada kampung yang berada dekat dengan lokasi pemakaman atau kuburan di Kota Semarang, sehingga kerap menimbulkan kisah misteri atau horor, terutama bagi warga yang berasa dari luar kampung tersebut.
Keangkeran ini lebih terasa setelah mendengar cerita dari mereka yang pernah melewati jalanan ini pada malam hari.
Ada juga yang pernah diganggu makhluk kasat mata saat melewati jalanan ini pada malam hari, sampai ada yang dibuat tersesat dimana tiba-tiba saja sudah ada di area pemakaman.
Namun anehnya bagi warga yang memang tinggal di sekitar Kampung Bergota Krajan, Randusari sepertinya sudah terbiasa.
Selama puluhan tahun mereka sudah terbiasa tinggal di tengah kuburan, bahkan rumah mereka pun berdempetan dengan makam yang ada disana, mengisyaratkan bahwa mereka memang tidak merasa terganggu dengan adanya hal-hal gaib.
Baca Juga: Banyaknya Kasus Bunuh Diri yang Terjadi di Seluruh Dunia, Ternyata Ini 6 Penyebabnya
Bila kita melihat dengan jelas pada siang hari ada beberapa makam yang memang lokasinya persis di depan pintu rumah.
Lalu yang menarik, ada juga toko kelontong hingga angkringan yang dikelilingi oleh makam.
Jadi meski memang kenyataannya mereka tinggal dekat dengan pemakaman, aktivitas warga di Kampung Bergota tetap dilakukan secara lumrah.
Baca Juga: Mengenal Wewe Gombel, Sosok Hantu yang Selalu Dikaitkan dengan Bukit Gombel Semarang
Saat kita memasuki kawasan perkampungan Bergota walau di siang hari sekaligus tetap akan memberikan kesan yang seram bagi mereka yang tidak terbiasa melewatinya.
Karena pada sisi kanan dan kiri penuh dengan batu nisan dan patok penanda dari orang-orang yang sudah meninggal.
Pohon Kamboja telah puluhan tahun tumbuh berdiri di sela-sela kuburan yang bunganya menimbulkan bau menyengat, serta pohon besar, seperti jati, ringan, dan lainnya akan menambah kesan angker.
Baca Juga: Mengulas Gedung Marabunta, Bangunan Tua di Kawasan Kota Lama Semarang yang Menyimpan Nuansa Mistis
Suasana Bergota bahkan bisa mencekam lagi saat sedang mencoba melintas pada malam hari, sebab sebagian jalan, tidak ada penerangan listrik.
Ada beberapa gang kecil yang jalannya sudah beraspal, namun tidak sedikit yang masih berbatu.
Jalan yang hanya bisa dilalui satu mobil, ketika berkendara ke kampung ini akan langsung membelah kuburan yang dikelilingi bangunan rumah.
Bangunan rumah ini kebanyakan sudah permanen, ditembok, bahkan ada yang telah ditingkat.
Lalu bagaimana makam bergota ini bisa ada? Ternyata menurut cerita awal mula areal makam Bergota ini memang ditujukan untuk pemakaman keluarga dari keturunan Tionghoa, yakni keluarga Oei Tiong Ham yang merupakan salah satu orang terkaya di Semarang saat itu.
Baca Juga: Mitos Seputar Bukit Gombel Semarang, Salah Satunya Hantu Wewe Gombel yang Suka Menculik Anak Kecil
Oei yang merupakan pemilik dari bukit Bergota saat itu, mempekerjakan sejumlah pribumi untuk menjadi juru kunci pemakaman di atas bukit tersebut.
Sehingga memang banyak makam Tionghoa di areal pemakaman.
Lalu pada tahun 1961, Bergota akhirnya diambilalih oleh pemerintah yang kemudian dijadikan tempat pemakaman umum sampai sekarang.
Itulah segelintir kisah jalan Bergota dan kampung Bergota yang memang sudah terkenal angker, walau sekarang nuansa mistisnya memang mulai berkurang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




