BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini: Waspadai Peningkatan Cuaca Ekstrem dan Siklon Tropis Hingga Awal Pekan Depan Akibat Super New Moon

AKURAT.CO, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Indonesia tentang peningkatan potensi cuaca ekstrem yang telah terjadi sejak 8 Maret dan diprediksi akan berlanjut hingga awal pekan depan.
Curah hujan dengan intensitas sangat lebat telah dicatat di Papua Barat dan Sulawesi Selatan, dengan kategori ekstrem di Nusa Tenggara Timur dan Jawa Tengah, khususnya di Semarang dengan rekor 238 mm/hari.
Mengamati kondisi atmosfer terkini, BMKG telah mengidentifikasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial yang diperkirakan akan aktif di Indonesia.
Baca Juga: Persikat Ketapang Siap Unjuk Gigi di Putaran Nasional Liga 3 Menggantikan Dodos FC
Lebih jauh, tiga Bibit Siklon Tropis - 91S, 94S, dan 93P - yang terpantau di sekitar perairan Indonesia menunjukkan potensi peningkatan curah hujan yang signifikan.
Analisis terkini BMKG per 14 Maret 2024 menyatakan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S memiliki potensi menjadi siklon tropis dengan kecepatan angin maksimum hingga 65 km/jam dalam 24 jam ke depan.
Sementara itu, 94S dan 93P memiliki peluang lebih rendah untuk menjadi siklon tropis.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia hingga 18 Maret 2024, dengan beberapa daerah seperti Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan wilayah Jawa lainnya, termasuk Yogyakarta, berada dalam status waspada dan siaga.
Baca Juga: Duel di Luar Pulau, PSIS vs Persis Berlangsung di Stadion Batakan Balikpapan
Wilayah Jabodetabek diharapkan akan mengalami penurunan intensitas hujan mulai tanggal 17 Maret 2024.
Namun, BMKG tetap mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi dan banjir pesisir akibat pengaruh bibit siklon tropis dan fenomena Super New Moon.
Wilayah yang terancam mengalami gelombang setinggi 4.0 - 6.0 meter mencakup Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB, serta potensi banjir pesisir di beberapa daerah pesisir di Indonesia.
BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dan terus memonitor peringatan dini dari BMKG melalui laman resminya.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesigapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.
Masyarakat dapat mengakses informasi prakiraan cuaca berbasis dampak hingga tingkat Kecamatan di laman signature.bmkg.go.id untuk update lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



