Jateng

Polresta Banyumas Tangkap 5 Pelaku Kasus Peredaran Pupuk Palsu di Tambak Banyumas

Theo Adi Pratama | 8 Desember 2023, 17:59 WIB
Polresta Banyumas Tangkap 5 Pelaku Kasus Peredaran Pupuk Palsu di Tambak Banyumas

AKURAT.CO, Sat Reskrim Polresta Banyumas berhasil mengamankan 5 pelaku produsen dan pengedar pupuk ilegal di wilayah Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas.

Hal ini diungkapkan Wakapolresta Banyumas AKBP Hendri Yulianto, SIK, MH, saat konferensi pers yang bertempat di pendopo Polresta Banyumas, Jum'at (8/12/2023).

"Kelima tersangka yaitu HP (36) warga Bojonegoro, CHA (31) warga Bojonegoro, MCH (36) warga Bojonegoro, P (26) warga Bojonegoro, dan AL (40) warga Gresik di tangkap di wilayah Jawa Timur", ungkapnya.

Baca Juga: Agung Ari Mursito: Langkah Bawaslu Cegah Tabloid Prabowo-Gibran Terburu-buru

Para pelaku berhasil diamankan setelah adanya temuan petani di Kecamatan Tambak Banyumas yang membeli pupuk tidak terdaftar atau palsu dari para pelaku yang bermerk bio cr mutiara 161616.

"Jadi dari temuan petani bahwa setelah pupuk tersebut itu ditekan/diremas menggunakan tangan ternyata bahanya coklat menyerupai tanah tidak seperti pupuk jenis NPK yang biasa dibeli", kata Wakapolresta.

Dijelaskan, PT Semeru Jaya Gumilang ialah produsen pupuk asal Jawa Tmur yang memiliki area penjualan di wilayah Jawa dan sudah beroprasi 3 tahun.

Baca Juga: Dinkes Kota Semarang Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Informasi Kenaikan Kasus Covid-19

"Pada 16 November 2023, mereka telah mengedarkan di wilayah Magelang, Kemudian tanggal 18 sampai 26 November mereka mengedarkan di wilayah Banyumas yaitu di Kecamatan Tambak", jelas Wakapolresta.

Dijelaskan pula bahwa PT Semeru Jaya Gumilang ini sesuai dengan nomor yang terdaftar pada Kementerian Pertanian memang terdaftar. Tapi itu merek dagangnya saja yaitu "Bintang bioska". Namun pada kenyataannya, PT Semeru Jaya Gemilang mengedarkan pupuk bio cr mutiara 161616 yang ilegal dan tidak terdaftar.

"Sudah kita lakukan pengecekan di Kementerian maupun pertanahan dan ahli ahli bahwa betul dan kandungannya pun tidak sesuai dengan apa yang ada dalam label," papar AKBP Hendri.

Dalam melakukan aksinya, Wakapolresta menjelaskan, para pelaku memiliki peran masing-masing, HP yang memesan dan mendanai pupuk serta mencari kontrakan di Tambak, kemudian ada CHA, MCH dan P menyediakan mobil dan menjual pupuk, serta AL sebagai pemilik PT Semeru Jaya Gumilang.

Baca Juga: Eko Krisnarto, Bangun Visi Besar RSWN Dimulai Dari Perjalanan Karir dan Pengalaman yang Panjang

Selain 5 tersangka yang telah diamankan, polisi saat ini juga masih melakukan pengejaran terhadap A yang saat ini masih DPO. Menurutnya, pihaknya juga saat ini masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

"Untuk para tersangka dijerat dengan Pasal 122 UU RI no 22 tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan "setiap orang dilarang mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar dan atau tidak berlabel" atau Pasal 62 Ayat 1 Juncto Pasal 8 Ayat 1 huruf a dan f UU RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun", tutupnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.