Geger! Event Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2025 Kembali Digelar, Ajak Masyarakat Berterima Kasih pada Alam!

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah perayaan budaya yang sarat makna dan telah diwariskan secara turun-temurun, Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2025, kembali digelar selama sepekan penuh, mulai 22 hingga 29 September.
Acara ini bukan sekadar festival biasa, melainkan sebuah ritual sakral yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat adat atas hasil bumi, sekaligus ajang untuk menjaga harmoni dengan alam dan leluhur.
Ritual Sakral Berlangsung Sepekan Penuh
Rangkaian Seren Taun ini memiliki tahapan ritual yang sangat mendalam:
- Rasul Pare (22 September): Prosesi ini melambangkan penyimpanan padi di lumbung (leuit) sebagai simbol padi yang merupakan sumber kehidupan utama.
- Pantun Bubuka (24 September): Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang ditandai dengan pembacaan pantun adat.
- Balik Taun Rendangan (26 September): Tahap ini menjadi momen penting sebelum acara puncak.
- Ngareuremokeun (27 September): Sebuah prosesi yang menyimpan makna mendalam dalam persiapan puncak acara.
Puncaknya akan jatuh pada Minggu, 28 September, saat masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang berkumpul dalam upacara syukuran besar, menegaskan ikrar mereka untuk melestarikan budaya dan alam.
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan Panadaran pada 29 September, menandai berakhirnya perayaan adat.
Lebih dari Sekadar Ritual, Ada Pesta Rakyat!
Selain ritual utama yang sakral, Seren Taun 2025 juga diramaikan dengan berbagai acara pendukung yang terbuka untuk umum:
- Pasar Rakyat dan Pameran UMKM
- Festival Objek Pemajuan Kebudayaan
- Pertandingan Olahraga seperti futsal dan bola voli
- Parade Wayang Golek
- Kirab Budaya dan Sawala Budaya
Perpaduan antara tradisi yang dijaga ketat dengan hiburan modern ini membuat Seren Taun menjadi perayaan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari tetua adat hingga generasi muda.
Warisan Budaya yang Diakui Nasional
Keberlangsungan Seren Taun Kasepuhan Cisungsang dari tahun ke tahun menunjukkan komitmen kuat masyarakat adat dalam melestarikan budaya.
Tak heran, acara ini telah masuk ke dalam kalender resmi Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata.
Pengakuan ini menempatkan Seren Taun sebagai salah satu aset warisan tak benda nasional yang patut dibanggakan.
Seren Taun bukan hanya perayaan, melainkan sebuah pelajaran tentang rasa syukur, harmoni dengan alam, dan penghormatan kepada leluhur.
Sebuah warisan yang terus dihidupkan dan diteruskan, dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










