Jateng

Bikin Nostalgia! Pasar Lawas Mataram 2025 Kembali Digelar, Siap Bawa Kamu 'Pulang' ke Masa Lalu!

Theo Adi Pratama | 10 September 2025, 12:30 WIB
Bikin Nostalgia! Pasar Lawas Mataram 2025 Kembali Digelar, Siap Bawa Kamu 'Pulang' ke Masa Lalu!

JATENG.AKURAT.CO, Para pencinta jajanan tradisional dan suasana jadul, bersiaplah! Pasar Lawas Mataram 2025 akan kembali hadir di Kotagede, Yogyakarta.

Mengusung tema "Kebak Tanpa Luber", festival tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 26–28 September 2025, di Halaman Masjid Besar Mataram.

Menghadirkan Kembali Memori Masa Kecil

Sejak pertama kali digelar pada 2018, Pasar Lawas Mataram selalu berhasil menjadi wadah yang menghidupkan kembali kenangan.

Acara ini bukan sekadar pasar, melainkan ruang pertemuan budaya dan kuliner yang menawarkan pengalaman nostalgia.

Kamu bisa menemukan berbagai jajanan dan dolanan lawas yang mungkin sudah jarang ditemui.

Dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, acara ini memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menikmati suasana pasar tradisional yang dikemas secara modern.

Konsepnya sederhana, namun mengena: membawa pulang kenangan lama dan kembali bercerita tentang masa lalu.

Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Lokal

Pasar Lawas Mataram tidak hanya tentang hiburan. Festival ini juga menjadi ajang penting untuk memperkuat identitas budaya Jawa.

Dengan fokus pada makanan tradisional, permainan masa kecil, dan interaksi komunitas, acara ini menjadi jembatan antara generasi muda dan tradisi yang hampir terlupakan.

Selain itu, festival ini juga memberikan ruang bagi UMKM lokal, membantu mereka menjangkau pasar yang lebih luas.

Ini adalah bentuk dukungan nyata untuk ekonomi kecil dan menengah, sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

“Kebak Tanpa Luber”: Filosofi di Balik Kelimpahan yang Seimbang

Tema tahun ini, "Kebak Tanpa Luber," memiliki makna yang sangat mendalam.

Ungkapan ini berasal dari filosofi Jawa yang menggambarkan kelimpahan yang seimbang.

"Kebak" berarti penuh atau melimpah, sementara "Tanpa Luber" berarti tidak berlebihan atau tidak meluap.

Filosofi ini menegaskan bahwa keberlimpahan seharusnya tidak membuat kita lupa diri, melainkan cukup dan membawa kebaikan bagi semua.

Sebuah pesan yang relevan, mengajak kita untuk merayakan hidup tanpa harus berlebihan.

Dengan semua yang ditawarkan, Pasar Lawas Mataram 2025 tidak hanya menjadi acara rekreasi, tetapi juga sarana edukasi yang mengingatkan kita tentang pentingnya melestarikan identitas lokal di tengah arus globalisasi.

Siap untuk kembali merasakan suasana hangat dan penuh cerita di Kotagede?

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.