Tradisi Lompat Batu dan Ritual Sakral Kembali Hadir! Kejutan Budaya di Maniamolo Fest 2025

JATENG.AKURAT.CO, Siap-siap terpukau dengan kekayaan budaya Nias yang memukau! Desa Hilisimaetano di Kabupaten Nias Selatan akan menjadi pusat perhatian pada pertengahan Juni mendatang.
Selama sepekan penuh, mulai tanggal 15 hingga 22 Juni 2025, kawasan ini akan menggelar Maniamolo Fest 2025, sebuah festival budaya akbar yang akan menyoroti beragam tradisi lokal masyarakat Nias Selatan yang mendunia.
Warisan Budaya Megah dalam Satu Panggung Spektakuler
Maniamolo Fest 2025 bukan sekadar pesta rakyat biasa. Ini adalah ruang ekspresi kebudayaan yang merepresentasikan kekayaan adat masyarakat Maniamölö, dengan berbagai pertunjukan seni dan atraksi khas yang memiliki akar sejarah panjang.
Salah satu atraksi paling ikonik dan bikin decak kagum adalah Fahombo Batu atau tradisi lompat batu.
Bayangkan, para pemuda Nias dengan gagahnya melompati tumpukan batu menyerupai piramida setinggi lebih dari dua meter! Ini bukan hanya unjuk ketangkasan, tapi juga simbol penting penanda kedewasaan dalam tradisi mereka.
Selain Fahombo yang sudah mendunia, akan ditampilkan juga Famadaya Harimao, sebuah ritual sakral yang kabarnya hanya digelar setiap 14 tahun sekali!
Upacara ini menampilkan arak-arakan patung harimau (lawölö fatao) sebagai bagian dari proses penyucian dan pembaruan hukum adat, dilengkapi dengan pembacaan doa-doa kuno yang disebut fo’ere. Jangan sampai terlewat momen langka ini!
Beragam Aktivitas Seni dan Budaya yang Menggugah Jiwa
Selama festival berlangsung, pengunjung akan dimanjakan dengan beragam kegiatan budaya dan kompetisi seni yang seru.
Ada Lomba Maena Kreasi, Lomba Tari Kreasi, Lomba Paduan Suara, dan Lomba Vokal Grup Ansambel Musik yang akan menunjukkan bakat-bakat lokal.
Festival ini juga akan diramaikan oleh pertunjukan Hoho (puisi lisan khas Nias yang penuh makna), pameran kesenian dari komunitas dan sekolah, serta pentas Kuliner dan UMKM lokal yang siap memanjakan lidahmu dengan cita rasa otentik Nias.
Tak hanya itu, agenda festival mencakup Festival Busana Tradisional yang memukau, Festival Fondrudu Omo (kegiatan adat yang menarik), dan Maniamölö Idol, sebuah ajang pencarian bakat di bidang tarik suara.
Yang paling menarik, ada pula pameran arsip sejarah dari tahun 1930 milik Jaap Kunst yang bertajuk Suara yang Pulang.
Pameran ini menyuguhkan dokumentasi awal musik dan budaya Nias yang sangat berharga dan patut untuk disimak!
Lokasi Strategis dan Makna Pelestarian Budaya
Seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di Desa Hilisimaetanö, Kecamatan Maniamölö, Nias Selatan.
Desa ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang masih kuat mempertahankan warisan budaya megalitikum Nias, menjadikannya lokasi yang sangat relevan untuk gelaran festival semacam ini.
Festival ini berlangsung selama delapan hari penuh, dari 15 hingga 22 Juni 2025.
Maniamölö Fest mencerminkan dinamika budaya yang masih hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dokumentasi penting bagi pelestarian adat serta pengenalan budaya Nias kepada generasi muda, agar warisan leluhur tidak luntur ditelan zaman.
Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai rangkaian acara, jadwal, dan informasi teknis lainnya, segera kunjungi media sosial resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara atau Karisma Nusantara (KEN).
Jangan sampai ketinggalan kesempatan emas untuk menyaksikan langsung keindahan budaya Nias! Siap-siap untuk petualangan budaya yang tak terlupakan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








