Jateng

One Piece: Darimana Kru Mugiwara Mendapatkan Uang Selama Berlayar di Grand Line?

Theo Adi Pratama | 20 Januari 2024, 16:08 WIB
One Piece: Darimana Kru Mugiwara Mendapatkan Uang Selama Berlayar di Grand Line?

AKURAT.CO, Mengungkap fakta menarik dunia One Piece: Darimana kru Mugiwara mendapatkan uang selama mereka berlayar di Grand Line? 

Mungkin diantara kamu ada yang penasaran darimanakah Bajak Laut Topi Jerami mendapatkan uang? padahal mereka hanya berpetualang dan tidak pernah melakukan sebuah pekerjaan apapun selain mencari One Piece. Simak penjelasan berikut ini. 

Selama perjalanan mengarungi Grand Line tentu saja Luffy dan semua kru Mugiwara memerlukan bekal dan uang. apalagi mereka sering berpindah-pindah tempat dan perjalanannya juga memakan waktu yang lama. 

Baca Juga: Teori One Piece: Alasan Kenapa Zoro Suka Tersesat dan Sering Nyasar, Apakah Buta Arah Sejak Lahir?

Diantara semua kru Topi Jerami juga tak ada orang yang kaya dan punya harta melimpah. Tapi anehnya sepanjang cerita One Piece kita tidak pernah melihat Luffy dan kawan-kawan kehabisan uang. 

Jika merangkum dari pendapat para fans di forum diskusi One Piece, ada beberapa cara kru Mugiwara mendapatkan uang. 

Berikut 5 cara Luffy dan kru Bajak Laut Topi Jerami mendapatkan uang selama perjalanan mengarungi Grand Line dan mencari One Piece. 

  1. Menjual Harta Karun yang Didapat dari Suatu Pulau 

Bajak Laut Topi Jerami bisa mendapatkan uang dari menjual harta karun yang mereka dapat dari suatu pulau di sepanjang perjalanan.

Mereka juga punya kegiatan mencari dan menjual harta karun seperti emas, berlian, barang antik dan sebagainya. 

Memang tujuan mereka adalah menemukan One Piece, tapi benda itu masih jauh untuk dicapai.

Baca Juga: Terungkap di Kolom SBS One Piece: Sejak Kecil Luffy Didoktrin Cerita Petualangan Bajak Laut oleh Shanks

Saat Luffy dan krunya sedang butuh uang, ada kalanya mereka juga mencari harta karun lain yang tersembunyi di sekitar Grand Line.

Mengingat ini adalah era bajak laut, dimana banyak orang ingin pergi ke laut untuk mencari kekayaan.

Jadi banyak sekali harta karun selain "One Piece" yang ditinggalkan dari masa lalu. 

  1. Menjual Jasa dari Keahlian Masing-Masing Anggota

Setiap kru Bajak Laut Topi Jerami memiliki keahlian spesialis masing-masing, jadi hal ini bisa digunakan untuk mencari uang jika mereka kepepet butuh uang. 

Misalnya saja, Sanji bisa membuat masakan untuk dijual karena dia adalah Koki. Zoro bisa membantu orang mencari kayu atau berburu hewan. 

Chopper bisa mengobati orang sakit karena dia adalah dokter, Franky bisa saja membuka jasa perbaikan kapal atau Usopp yang mahir membuat alat canggih dan senjata. 

Anggota yang paling tak terlalu berkontribusi dalam mencari uang justru sang kapten, Luffy. Dalam bidang pekerjaan Luffy bisa dibilang tidak mahir melakukan pekerjaan apapun. 

Baca Juga: Terungkap di SBS One Piece: Sanji Juga Merangkap Jadi Tukang Cukur di Kru Bajak Laut Topi Jerami

  1. Menjual Hewan Hasil Berburu 

Hal paling masuk akal bagi Kru Mugiwara untuk mendapat uang adalah berburu hewan lalu menjualnya ke pasar di suatu pulau. 

Hampir semua anggota Mugiwara Pirates ini bisa bertarung. Apalagi melawan hewan buas. Di kapal mereka punya Trio Monster yakni, Luffy, Zoro dan Sanji. Tiga orang ini tentu bisa berburu hewan dengan mudah.

Ditambah lagi karena mereka sering berada di laut, tentu saja mereka juga memancing ikan. Hal ini biasanya dikerjakan oleh Usopp, Chopper dan Franky.

Hewan hasil buruan bisa mereka jual atau ditukarkan uang atau barang lain. Sisa dagingnya juga bisa untuk stok makanan selama berlayar. 

Baca Juga: 6 Karakter Wanita di One Piece yang Diharapkan Fans untuk Menjadi Istri Monkey D Luffy, Salah Satunya Adalah Bonney

  1. Diberi Hadiah dan Uang dari Negara atau Kerajaan yang Ditolong Kru Mugiwara 

Bajak Laut Topi Jerami memang tak seperti bajak laut lainnya, dibandingkan berbuat kejahatan mereka justru sering menolong orang lain.

Di setiap tempat yang didatangi Luffy dan krunya malah sering mengalahkan bajak laut jahat dan membebaskan negara atau kerajaan dari penindasan kelompok bajak laut jahat atau penguasa yang jahat.

Seperti halnya mereka membebaskan Arabasta dari kekuasaan Crocodile atau membebaskan Dressrosa dari kekuasaan Doflamingo.

Bahkan mereka bisa mengalahkan dewa sekelas God Enel di Skypiea. 

Berkat hal inilah, Bajak Laut Topi Jerami diberi hadiah uang dan persediaan makanan untuk bekal mereka berlayar.

Penduduk yang ditolong tentu memberikannya dengan ikhlas dan Luffy juga tak pernah meminta imbalan jika menolong orang yang sudah dianggapnya Nakama. 

  1. Berburu Bajak Laut Jahat dengan Nilai Bounty yang Lebih Kecil 

Di era bajak laut ini, banyak bajak laut yang diberi harga buronan atau Bounty oleh Angkatan Laut. Ada kalanya mereka juga saling memburu satu sama lain.

Mungkin saja di saat butuh uang, Bajak Laut Topi Jerami juga memburu bajak laut lain yang lebih lemah dari mereka. 

Tujuannya adalah diserahkan kepada Angkatan Laut lalu diberi imbalan uang sesuai harga Bounty.

Baca Juga: Spoiler One Piece Chapter 1104: Sanji Datang Bak Pahlawan Kesiangan Menantang Gorosei Saint Saturn

Perlu kalian tahu, kalau Luffy punya kakek yang menjabat sebagai Laksamana Angkatan Laut.

Luffy dan kakeknya seringkali masih kontak dan disini Luffy juga saja memberi info soal bajak laut yang akan mereka buru.

Fakta menarik lainnya adalah di Bajak Laut Topi Jerami anggota yang bertugas mengelola keuangan adalah Nami. 

Untuk urusan keuangan Nami menang jagonya, dari dulu dia memang bisa dibilang mata duitan tapi juga jago mengurus uang.

Apalagi Luffy sangat suka makan banyak, tentu harus ada yang bisa cermat mengelola keuangan. 

Baca Juga: Spoiler One Piece Chapter 1104: Sanji Mendapat Upgrade Senjata Canggih dari Dr Vegapunk

Anehnya, semua orang di Bajak Laut Topi Jerami percaya saja dengan Nami, meski dia pernah dijuluki "Si Kucing Pencuri". 

Itulah fakta menarik dunia One Piece tentang darimana kru Mugiwara mendapatkan uang selama mereka berlayar di Grand Line. *** 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.