Pemprov Dorong Zona KHAS Jadi Andalan Jateng Tarik Wisatawan Muslim ke Pusat Perbelanjaan

JATENG.AKURAT.CO, Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2025 tak hanya menjadi ajang perayaan ekonomi syariah di Jawa Tengah, tetapi juga momentum penting untuk menunjukkan pencapaian nyata di sektor ini.
Acara yang digelar di Queen City Mall pada 14–17 Agustus 2025 tersebut dibuka meriah oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, serta sejumlah mitra strategis.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong pengelola pusat perbelanjaan modern di wilayahnya untuk menyediakan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di setiap foodcourt.
Baca Juga: Bank Indonesia Dorong Penguatan Ekosistem Rantai Nilai Halal Melalui Festival Jateng Syariah 2025
Langkah ini diharapkan dapat memberi rasa nyaman bagi wisatawan dan pengunjung yang mencari kawasan ramah muslim.
“Saya mengajak agar mal menyediakan kuliner yang nyaman dan bersertifikat halal, serta dilabeli KHAS, sehingga memberikan rasa nyaman bagi pengunjung yang menginginkan wisata ramah muslim,” ujar Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, saat membuka Festival Jateng Syariah (FAJAR) di Queen City Mall, Semarang, Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, Pemprov Jateng terus mempersiapkan ekosistem halal, dimulai dari sektor makanan.
Salah satu dukungan yang diberikan adalah pelatihan bagi juru sembelih untuk memperoleh sertifikasi halal, yang kemudian ditempatkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Potensi Wisata Halal
Gus Yasin menilai, potensi pariwisata halal di Jateng cukup besar, apalagi setelah Bandara Ahmad Yani kembali berstatus internasional.
Hal ini membuat provinsi ini semakin dilirik wisatawan dari Timur Tengah yang mencari destinasi ramah muslim.
“Selama ini, pariwisata halal di Asia identik dengan Malaysia. Padahal, Indonesia dengan 87 persen penduduk muslim seharusnya punya peran besar sebagai tujuan wisata muslim yang diperhitungkan dunia,” tegasnya.
Apresiasi Festival Jateng Syariah
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin mengapresiasi penyelenggaraan FAJAR 2025 yang diinisiasi Bank Indonesia.
Menurutnya, dukungan perbankan dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah, terutama di sektor makanan, fesyen, dan wisata, akan memberikan arah positif bagi pengembangan industri halal di Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menegaskan bahwa FAJAR 2025 menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi dalam mewujudkan ekosistem halal di daerah.
“Melalui acara ini, kami berupaya menggali potensi ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan dorongan ini, diharapkan ke depan semakin banyak pusat perbelanjaan di Jawa Tengah yang menyediakan zona KHAS, sehingga mendukung posisi provinsi ini sebagai destinasi wisata halal unggulan di Indonesia.
Seperti tahun sebelumnya, FAJAR 2025 juga menghadirkan FAJAR Halal Experience sebagai etalase promosi produk-produk unggulan pelaku usaha syariah dan pondok pesantren.
Masyarakat yang hadir bisa melihat langsung berbagai produk halal, mulai dari kuliner, busana muslim, kerajinan tangan, hingga produk inovatif dari UMKM binaan.
“Ajang ini bukan sekadar pameran, tapi juga sarana edukasi masyarakat untuk lebih mengenal potensi ekonomi syariah, sekaligus mendorong mereka menjadi bagian dari rantai nilai halal,” kata Rahmat.
Misi Besar: Indonesia Pusat Industri Halal Dunia
BI Jateng berharap, keberhasilan penyelenggaraan FAJAR 2025 dapat menjadi pijakan kuat dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah, memperkuat rantai nilai halal, dan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
“Dengan sinergi dan kerja sama semua pihak, kita bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai halal,” pungkas Rahmat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




