Lonjakan dan Penurunan Harga Bahan Pokok Hari Ini, Sabtu 4 Januari 2025: Ayam Naik, Sapi Turun, Cek Harga Terbaru di Wilayah Anda!

JATENG.AKURAT.CO, Perubahan harga bahan pokok kembali mewarnai pasar nasional pada Sabtu, 4 Januari 2025.
Beberapa bahan pangan mencatat kenaikan harga yang signifikan, sementara lainnya justru mengalami penurunan tajam.
Data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional memberikan gambaran terkini tentang kondisi pasar.
Bahan Pokok yang Mengalami Kenaikan Harga
1. Daging Ayam Ras
Harga Saat Ini: Rp39.000 per kilogram (naik Rp1.290 atau 3,31 persen).
Kenaikan Tertinggi: Papua Barat Daya, mencapai Rp60.000 per kilogram.
Perbandingan Bulan Lalu: Tidak ada perubahan, tetap Rp39.000.
2. Garam Halus Beryodium
Harga Saat Ini: Rp12.460 per kilogram (naik Rp970 atau 7,78 persen).
Kenaikan Tertinggi: Papua Barat Daya, mencapai Rp20.000 per kilogram.
Perbandingan Bulan Lalu: Tidak ada perubahan, tetap Rp12.460.
3. Telur Ayam Ras
Dari Rp30.720 menjadi Rp31.200 per kilogram (naik Rp480).
4. Jagung (Tingkat Peternak)
Dari Rp6.140 menjadi Rp6.380 per kilogram (naik Rp240).
5. Kedelai Biji Kering (Impor)
Dari Rp10.400 menjadi Rp10.490 per kilogram (naik Rp90).
6. Tepung Terigu (Curah)
Dari Rp9.950 menjadi Rp10.020 per kilogram (naik Rp70).
7. Bawang Putih Bonggol
Dari Rp42.760 menjadi Rp42.790 per kilogram (naik Rp30).
Bahan Pokok yang Mengalami Penurunan Harga
1. Daging Sapi Murni
Harga Saat Ini: Rp128.960 per kilogram (turun Rp6.080 atau 4,71 persen).
Penurunan Tertinggi: Maluku, mencapai Rp96.490 per kilogram.
Perbandingan Bulan Lalu: Turun Rp6.500 atau 5,04 persen dari Rp135.460.
2. Ikan Bandeng
Dari Rp33.720 menjadi Rp28.880 per kilogram (turun Rp4.840).
3. Cabai Rawit Merah
Dari Rp64.220 menjadi Rp60.250 per kilogram (turun Rp3.970).
4. Ikan Kembung
Dari Rp38.150 menjadi Rp35.070 per kilogram (turun Rp3.080).
5. Bawang Merah
Dari Rp41.180 menjadi Rp38.350 per kilogram (turun Rp2.830).
6. Cabai Merah Keriting
Dari Rp51.040 menjadi Rp48.980 per kilogram (turun Rp2.060).
7. Minyak Goreng Curah
Dari Rp17.600 menjadi Rp17.240 per liter (turun Rp360).
8. Tepung Terigu Kemasan (Non-curah)
Dari Rp12.930 menjadi Rp12.590 per kilogram (turun Rp340).
9. Minyak Goreng Kemasan Sederhana
Dari Rp19.120 menjadi Rp18.830 per liter (turun Rp290).
10. Gula Konsumsi
Dari Rp17.990 menjadi Rp17.880 per kilogram (turun Rp110).
11. Beras Medium
Dari Rp13.480 menjadi Rp13.370 per kilogram (turun Rp110).
12. Beras Premium
Dari Rp15.390 menjadi Rp15.290 per kilogram (turun Rp100).
Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Harga
1. Kenaikan Harga:
Tingginya permintaan pasca liburan akhir tahun, terutama pada ayam ras dan garam beryodium.
Gangguan distribusi di beberapa daerah, seperti Papua Barat Daya.
2. Penurunan Harga:
Surplus produksi pada beberapa komoditas seperti cabai dan ikan.
Stabilitas pasokan beras dan minyak goreng di tingkat nasional.
Dampak Perubahan Harga bagi Konsumen dan Pedagang
Konsumen:
Konsumen di wilayah Papua Barat Daya dan daerah lainnya dengan kenaikan harga tinggi menghadapi tekanan biaya lebih besar untuk kebutuhan pokok. Namun, penurunan harga pada komoditas tertentu memberikan ruang bernapas, terutama bagi yang bergantung pada daging sapi atau cabai.
Pedagang:
Pedagang bahan pokok harus menyesuaikan strategi penjualan untuk menjaga daya saing dan menarik konsumen.
Perubahan harga bahan pokok hari ini menjadi perhatian penting bagi konsumen dan pelaku pasar.
Dengan fluktuasi yang terjadi, penting bagi masyarakat untuk cermat memantau harga dan menyesuaikan anggaran belanja.
Tetap up-to-date dengan informasi harga pangan terkini untuk membuat keputusan terbaik!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal









