OJK Tegaskan Peran Penting Literasi dan Inklusi Keuangan dalam Mencapai Kesejahteraan Masyarakat, Ini Sebabnya

AKURAT.CO SEMARANG, Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, tingkat literasi keuangan yang merupakan indeks level pengetahuan keuangan masyarakat di Jawa Tengah tercatat sebesar 51,69 persen.
Dari survei yang sama, tingkat inklusi keuangan atau ketersediaan akses keuangan masyarakat di Jawa Tengah tercatat lebih tinggi sebesar 85,97 persen.
Hal ini mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperluas akses keuangan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.
Baca Juga: Antisipasi Jeratan Pinjol Ilegal, Literasi Keuangan di Masyarakat Perlu Terus Didorong
OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Semarang menggelar acara “The Jewel of Central Java”, sebagai Puncak Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Safari Rupiah Jawa Tengah 2023 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, dari 28 - 29 Oktober 2023.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae, menyampaikan pentingnya literasi dan inklusi keuangan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.
“Kesejahteraan masyarakat sangat tergantung kepada dua hal kalau dilihat dari aspek keuangan, yaitu literasi atau mengerti bagaimana harus memahami risiko, dan inklusi yaitu masyarakat harus mudah untuk berurusan dan mengakses lembaga jasa keuangan,” kata Dian, Sabtu malam.
Baca Juga: Semargres 2023 Resmi Dibuka, Wali Kota: Sinergi Semua Pihak Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Semarang
Pelaksanaan BIK 2023 yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata Masyarakat Sejahtera” ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemudahan masyarakat Semarang dan Jawa Tengah dalam mengakses lembaga jasa keuangan, baik perbankan, industri keuangan non bank maupun pasar modal.
"OJK bersama seluruh pemangku kepentingan, akan terus melaksanakan berbagai kegiatan edukasi untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat Jawa Tengah, dan sekaligus mencegah masyarakat terjebak dalam penipuan berkedok investasi maupun produk keuangan ilegal lainnya," tambah Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Soemarjono.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwi Saputra dan perwakilan dari Industri Jasa Keuangan (IJK) Jawa Tengah.
Baca Juga: Jadwal Siaran untuk Stasiun TransTV Minggu 29 Oktober 2023, Ada Film Bleeding Steel dan Fury
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, menyampaikan pelaksanaan kegiatan BIK ini diharapkan juga dapat meningkatkan akses keuangan terhadap permodalan UMKM di Jawa Tengah.
“Harapan utama kami tentu saja dengan peningkatan inklusi keuangan di Jawa Tengah, masyarakat dapat mengakses permodalan sehingga usaha dan UMKM bisa maju dan ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat,” kata Sumarno.
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Pemerintah Daeah, OJK dan Bank Indonesia, dalam menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harapkan ini bersama-sama berkolaborasi untuk menjadikan kita semua ini Indonesia bangga, Jawa Tengah gayeng dan Semarang semakin hebat,” kata Hevearita.
Kegiatan The Jewel of Central Java merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi bersama untuk terus memberikan edukasi secara masif kepada masyarakat Jawa Tengah.
Kegiatan dikemas dalam bentuk edukasi keuangan melalui kesenian daerah, agar lebih menarik minat dan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemilihan Duta Literasi Keuangan yang berasal dari pegawai lembaga jasa keuangan, untuk mendukung pelaksanaan edukasi keuangan di Jawa Tengah.
Selain itu juga sekaligus dilakukan peluncuran Semarang Semarak Great Sale, yang bertujuan untuk mendukung UMKM dengan berbagai penawaran yang menarik untuk meningkatkan transaksi baik secara tunai maupun non tunai.
Kegiatan Puncak BIK di Jawa Tengah berlanjut dengan kegiatan edukasi pada Minggu 29 Oktober 2023, bersamaan dengan kegiatan car free day di Simpang Lima.
Acara meliputi kegiatan senam zumba untuk meningkatkan animo masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan Bincang Cerdas Kelola Keuangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?





