Jateng

Tekan Inflasi, TPID di Jateng Kembali Gelar GPM Serentak, Termasuk Luncurkan Program Subsidi Harga Pangan

Arixc Ardana | 16 Maret 2024, 19:45 WIB
Tekan Inflasi, TPID di Jateng Kembali Gelar GPM Serentak, Termasuk Luncurkan Program Subsidi Harga Pangan

AKURAT.CO, Menghadapi kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok menjelang hari Raya Idul Fitri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Provinsi Jawa Tengah pada awal Ramadan 1445 H, kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak pada 15 Maret 2024.

Antusiasme terlihat dari penyelenggaraan GPM di halaman kantor Kelurahan Pekunden, Semarang, yang dihadiri oleh Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, serta Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra

"GPM sangat dibutuhkan untuk menjaga keterjangkauan masyarakat untuk membeli bahan pokok," kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat meninjau kegiatan GPM dan launching penyaluran Program Subsidi Pangan Provinsi Jawa Tengah di Kelurahan Pekunden, Kota Semarang, Jumat, 15 Maret 2024.

GPM di Kelurahan Pekunden merupakan bagian dari GPM Serentak kedua yang digelar di Provinsi Jawa Tengah, setelah GPM serentak pertama pada 8 Maret 2024.

Baca Juga: Buka Dapur Umum dan Posko Bantuan, Pemkot Semarang Pastikan Korban Banjir Tak Kekurangan Kebutuhan Pangan

Sejumlah TPID dari wilayah pemantau inflasi Jawa Tengah berpartisipasi dalam kegiatan GPM ini, yaitu TPID Kota Semarang, Surakarta, Tegal, dan Kudus serta Kabupaten Cilacap, Banyumas, Wonosobo, Wonogiri dan Rembang dengan total penyaluran beras mencapai 33 ton.

Harga beras terpantau menurun pasca GPM 8 Maret, yaitu dari Rp15.625 (8/3/2024) menjadi Rp15.275 (11/3/2024), walaupun berdasarkan data PIHPS, 14 Maret 2024 rata-rata harga beras kembali meningkat menjadi Rp Rp15.450 sebagai dampak banjir di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. 

Nana juga menekankan tentang koordinasi pengendalian inflasi untuk dilakukan secara bersama-sama dan proaktif.

Pihaknya menargetkan, pelaksanaan GPM se Jawa Tengah hingga menjelang Idul Fitri nanti bisa sampai 130 kali.

Sebab, lanjutnya, angka inflasi Jawa Tengah pada Februari 2024 secara tahunan (year on year/YoY) 2,98% atau naik sebesar 0,29% dari Januari 2024. Secara bulanan (month to month/MtM) inflasi Jawa Tengah sebesar 0,57%.

"Andil terbesar inflasi Jawa Tengah pada Februari 2024 disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau," jelas Pj Gubernur Jateng tersebut.

Oleh karena itu, kegiatan GPM yang dirangkai dengan Program Subsidi Harga Pangan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Adapun terkait penyaluran fasilitasi distribusi pangan, diprioritaskan melalui 322 kios pangan murah tersebar di 35 kabupaten/kota, dengan komoditas beras dan telur ayam ras.

Penyaluran subsidi pangan tersebut dilakukan pada saat terjadi gejolak harga, baik tingkat produsen bila terjadi penurunan harga di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP), maupun tingkat konsumen, bila terjadi kenaikan harga di atas HAP pada rata-rata perkembangan harga mingguan.

"Intervensi subsidi harga tingkat konsumen yang menjadi prioritas adalah komoditas beras medium, gula pasir, dan telur ayam ras," jelas Nana.

Besaran subsidi beras medium Rp 2.550/kg, subsidi gula pasir Rp 2.550/kg, dan subsidi telur ayam ras Rp 3.650/kg.

Untuk itu, pada acara GPM juga dilakukan launching Penyaluran Subsidi Harga Pangan di sembilan kabupaten/kota pemantau inflasi.

Penyaluran subsidi tahap I ini diarahkan pada beberapa komoditas prioritas antara lain beras medium, gula pasir, dan telur ayam ras.

Sebanyak 90 ton beras, 18 ton gula pasir, dan 9 ton telur ayam ras telah disalurkan kepada masyarakat.

Pelaksanaan GPM serentak disambut sangat antusias oleh masyarakat karena mereka dapat berbelanja bahan pangan dengan harga murah.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 7 ton beras, baik SPHP maupun komersil, dijual dengan harga terjangkau.

Selain beras, juga ditawarkan beberapa bahan pangan antara lain telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, tepung, daging ayam, aneka daging sapi, aneka ikan frozen, dan sayuran.

Harga bahan pangan dalam GPM berkisar antara Rp10.400-Rp13.000/kg untuk beras, Rp28.000/kg untuk telur ayam ras, Rp28.000/kg untuk bawang merah, Rp38.000/kg untuk bawang putih, dan Rp14.000/liter untuk minyak goreng.

Masyarakat juga memperoleh pengalaman bertransaksi secara digital dengan QRIS untuk membeli cabai dalam program “Cukup Scan QRIS 5.000,- Dapatkan Pedasnya Cabai”.

Ke depan, GPM serentak kembali akan dilaksanakan pada 2 April 2024.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga tingkat inflasi di Jawa Tengah pada kisaran target 2,5%±1%. GPM membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang murah dan terjangkau di tengah peningkatan demand saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri I445 H.

Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra, juga sekaligus menyampaikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kota Semarang. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Walikota Semarang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.