Jateng

Menguat di Tengah Ketidakpastian: Ekonomi Jawa Tengah Terus Tumbuh dalam Tantangan Global

Arixc Ardana | 7 Februari 2024, 21:59 WIB
Menguat di Tengah Ketidakpastian: Ekonomi Jawa Tengah Terus Tumbuh dalam Tantangan Global

AKURAT.CO, Triwulan IV tahun 2023 menunjukkan bahwa perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh positif meskipun dihadapkan pada ketidakpastian global.

Data menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,73% (yoy), meskipun sedikit melambat dari periode sebelumnya yang mencapai 4,92% (yoy).

Namun, pencapaian ini tetap menjadi indikasi kuat akan ketahanan ekonomi daerah tersebut.

Baca Juga: Gedung Lawas Bank Indonesia Solo: Jejak Sejarah yang Terwujud dalam Arsitektur Modern

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Rahmat Dwisaputra, dalam media briefing "Angkringan di Siang Hari" (updAte iNformasi dan perkembanGan eKonomi RegIonal jatenG) di Semarang, Rabu 7 Februari 2024

"Konsumsi rumah tangga memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Andil konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 3,32%, sementara pertumbuhannya mencapai 5,65% (yoy)," terangnya.

Peningkatan konsumsi ini terutama didorong oleh perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sentimen positif juga tercermin dari hasil Survei Konsumen (SK) yang menunjukkan tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang optimis.

Investasi dan ekspor juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

"Investasi tumbuh sebesar 4,02% (yoy), sementara ekspor mengalami peningkatan sebesar 4,74% (yoy). Meskipun permintaan global belum sepenuhnya pulih, kinerja ekspor masih mampu bertahan dan memberikan dorongan bagi perekonomian daerah," tambah Rahmat

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, dengan andil sebesar 1,39% dan pertumbuhan sebesar 4,22% (yoy).

Hal ini sejalan dengan Indeks Manufaktur Pembelian (PMI) Jawa Tengah yang masih menunjukkan fase ekspansi, didorong oleh permintaan domestik yang kuat.

Sektor perdagangan juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,47% (yoy).

Namun, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tertahan oleh penurunan kinerja sektor pertanian.

Baca Juga: Bank Indonesia Luncurkan Program Eduwisata Rupiah, Dorong Percepatan Pariwisata di Kawasan Candi Borobudur Lewat Cara Ini

Pertumbuhan pertanian mengalami penurunan signifikan dari 1,81% (yoy) menjadi minus 4,63% (yoy).

Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan produksi padi yang signifikan, dipengaruhi oleh kondisi cuaca El Nino yang mengakibatkan penurunan luas tanam padi.

Meskipun demikian, diharapkan dengan perbaikan kondisi cuaca dan kebijakan yang tepat, sektor pertanian dapat pulih dan memberikan kontribusi positif kembali pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

***

 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.