WAJIB TAHU! Ini 6 Tahapan Perkembangan Bermain Anak, dari Asyik Sendiri Sampai Bisa Kerja Sama!

JATENG.AKURAT.CO, Melihat anak asyik bermain sendiri atau dengan teman-temannya memang menyenangkan.
Tapi, tahukah kamu kalau cara anak bermain itu punya tahapan perkembangannya sendiri?
Memahami tahapan ini bisa membantu kita sebagai orangtua untuk memberikan stimulasi yang tepat.
Yuk, kita kenali 6 tahapan perkembangan bermain anak yang perlu kamu ketahui!
1. Unoccupied Play (0-2 Tahun)
Di tahap ini, anak belum benar-benar bermain. Mereka lebih banyak mengamati lingkungan sekitar.
Gerakan tangan, kaki, atau menyentuh bagian tubuh adalah cara mereka mengeksplorasi dunia. Mereka belajar tentang sensasi dan respons dari tubuhnya sendiri.
2. Solitary Play (2-3 Tahun)
Anak mulai bermain aktif, tapi masih asyik sendiri. Mereka fokus pada mainannya tanpa peduli dengan anak-anak lain di sekitarnya.
Sifat egosentris mereka masih sangat dominan. Jika didekati, mereka cenderung merasa terganggu. Ini adalah tahap penting untuk melatih konsentrasi dan imajinasi mereka.
3. Onlooker Play (2-4 Tahun)
Di tahap ini, anak mulai mengamati anak-anak lain yang sedang bermain.
Mereka belum bergabung, tapi sudah mulai menyadari kalau mereka adalah bagian dari sebuah lingkungan sosial.
Mereka akan melihat, mendengarkan, dan belajar dari apa yang dilakukan teman-temannya. Ini adalah langkah awal menuju interaksi sosial.
4. Parallel Play (3-4 Tahun)
Anak sudah mau bermain berdampingan dengan anak lain, tapi mereka masih fokus pada mainannya sendiri.
Meskipun mereka bermain di tempat yang sama, tidak ada interaksi atau komunikasi.
Mereka bisa saja memainkan mainan yang sama, tapi tidak ada kerja sama di antara mereka.
5. Associative Play (4-5 Tahun)
Tahap ini adalah awal dari interaksi nyata. Anak-anak mulai berbicara dan berbagi mainan, meskipun belum ada pembagian peran yang jelas.
Mereka mungkin saling meminjam mainan atau terlibat dalam percakapan sederhana, tapi belum ada tujuan permainan yang sama.
6. Cooperative Play (5 Tahun ke Atas)
Ini adalah tahapan tertinggi dalam bermain. Anak-anak sudah bisa bekerja sama dan ada pembagian peran dalam permainan.
Mereka bisa merancang aturan main dan berinteraksi secara aktif. Contohnya, "Aku jadi dokternya, kamu jadi pasiennya."
Ini menunjukkan mereka sudah memahami konsep kerja sama dan empati.
Dengan memahami tahapan ini, kamu bisa memberikan dukungan yang tepat untuk setiap fase perkembangan anak.
Dari keenam tahapan bermain ini, anakmu sedang berada di tahap yang mana?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal






