Pramuka Senantiasa Mempertahankan Eksistensinya di Tengah Tantangan Zaman

AKURAT.CO, Racana Subiadinata Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar Kursus pembina pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD) dan kursus Pembina pramuka mahir tingkat lanjutan Raca Subiadinata UPGRIS, Senin (15/7) di gedung kampus IV UPGRIS jalan Gajah Raya Semarang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 15-19 Juli 2024. Sebagai pelaksana dari Pusdiklat Kwartir Cabang Kota Semarang.
Ada 430 peserta mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan UPGRIS yang mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan KMD kali ini meliputi Golongan Siaga, Penggalang dan Penegak.
KMD atau Kursus Mahir Dasar merupakan suatu kegiatan pendidikan dan pelatihan yang bertujuan memberi bekal pengetahuan dasar dan pengalaman praktis membina pramuka, melalui kegiatan kepramukaan dalam satuan pramuka yang meliputi perindukan siaga, pasukan penggalang, ambalan penegak, dan racana pandega.
Peserta kelas KMD siaga A ada 54 orang, KMD siaga B ada 55 orang, KMD siaga C ada 55 orang, KMD Penggalang A ada 42 orang, KMD penggalang ada 40 orang, KMD penegak A ada 36 orang, KMD Penegak B ada 36 orang, KML siaga ada 32 orang, KML penggalang A ada 41 orang, KML penggalang ada 39 orang.
Candro salah satu peserta menyampaikan senang bisa mengikuti kegiatan KMD kali ini.
“KMD merupakan pembekalan bagi generasi bangsa khususnya anggota gerakan Pramuka. Harapan dapat menciptakan profil Pembina Pramuka masa kini yang sesuai dengan semangat revitalisasi gerakan pramuka, serta mampu menjadi motor pembentuk generasi muda yang beriman, bertaqwa, dan berbudi pekerti luhur,” tutur Candro mahasiswa PPG Bahasa Indonesia.
Hadir dalam pembukaan KMD Dr Sapto Budoyo SH MH selaku Wakil Rektor III UPGRIS, pejabat struktural, serta dari Pusdiklat Kwartir Cabang Kota Semarang.
Selama pelatihan para peserta akan mendapatkan materi kepramukaan. Sehingga setelah lulus para mahasiswa UPGRIS akan mampu menjadi alumni yang mahir tentang dunia pramuka.
Sapto Budoyo dalam sambutanya bahwa gerakan pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda hendaknya selalu siap merespon kemajuan zaman.
“Dinamika perkembangan zaman menuntut Pramuka untuk senantiasa mempertahankan eksistensinya dengan tetap memegang teguh pada Satya dan Darma Pramuka. Pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan secara berkala dan berkelanjutan di setiap tingkatnya memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” ungkap Sapto.
Salah satu pemegang peran penting dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan adalah Pembina Pramuka.
Sebagai Pembina Pramuka, merencanakan pembelajaran dengan suatu kreativitas yang tinggi, inovasi yang mapan, dan aplikasi teori kepramukaan yang riil tentu dibutuhkan untuk menciptakan suatu kegiatan Pramuka yang bermanfaat.
Selama ini UPGRIS rutin menyelenggarakan KMD untuk membekali para mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang unggul dan berkarakter.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?





