Jateng

PPDB Afirmasi Disabilitas, Disdik Kota Semarang Benahi Fasilitas dan Tambah Guru Pendamping

Theo Adi Pratama | 20 Juni 2024, 14:03 WIB
PPDB Afirmasi Disabilitas, Disdik Kota Semarang Benahi Fasilitas dan Tambah Guru Pendamping

JATENG.AKURAT.CO, Implementasi penerimaan siswa disabilitas di sekolah melalui PPDB Afirmasi harus dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Fasilitas dan guru pendamping untuk siswa difabel harus tersedia.

Meski demikian, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat mengatakan ada beberapa pembenahan yang perlu dilakukan. Di antaranya adalah pembenahan sarana prasarana.

"Seperti kamar kecil dibuat khusus, closet misalnya harus diperbaiki dengan model duduk. Begitu pula dengan SDM, semisal guru pendamping perlu disiapkan," ujarnya dalam acara Ngopi Bareng Dinas Pendidikan Kota Semarang, Kamis (20/6/2024).

Baca Juga: Bosan dengan Destinasi Wisata Dieng yang Itu-itu Saja? Coba Jelajahi Telaga Dringo! Hidden Gems yangMenyegarkan Mata dan Jiwa

“Pokoknya semua sekolah kelihatan sudah siap lah. Jadi begitu ada anak inklusi, sekolah pasti akan menyesuaikan. SDM-nya kami latih melalui pelatihan guru pendamping khusus untuk melakukan pendekatan terhadap peserta didik yang difabel,” terangnya.

Sementara itu Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo, menyampaikan keinginannya penyandang disabilitas mendapat pendidikan layak sebagaimana masyarakat lain.

“Kita pengen saudara-saudara kita yang difabel itu ya sekolah. Mulai PAUD SD, SMP, SMA, dan syukur sampai perguruan tinggi. Terus dia lulus dan bisa bekerja serta mandiri,” katanya.

Ia mengatakan, layanan sekolah inklusif di Kota Semarang sejak tahun lalu sudah ada. Namun dari sekolah inklusi yang ada tersebut belum bisa maksimal.

Baca Juga: Melalui PPDB Afirmasi, Disdik Memastikan Anak Disabilitas Akan Diterima di Sekolah Reguler

Anang menyadari untuk menjadikan sekolah inklusif tidak mudah. Ada beberapa kendala yang dihadapi.

Di antaranya adalah guru pendamping. Karena selain guru kelas dan guru mata pelajaran, sekolah inklusif harus ada guru pendamping anak-anak.

Karena itu ia menyarankan, agar dinas pendidikan membuat pilot project untuk pengembangan sekolah inklusif.

“Inklusi yang harus betul betul inklusi. Mau TK, SD, SMP, mau berapa silakan. Kalau tidak bisa keseluruhan, ya buat pilot project,” katanya

Baca Juga: Makan Sampai Puas Anti Kantong Jebol di Semarang: 4 Rekomendasi Restoran All You Can Eat yang Harus Kamu Coba (Bagian 2)

Hadir juga dalam acara Ngopi Bareng tersebut Kepala BBPMP Jateng Nugraheni Triastuti serta Koordinator Rumah Duta Revolusi Mental Putri Marleni dan Komunitas Difabel Kota Semarang Novi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.