BINUS Semarang Mempererat Komitmen Dukung Gerakan Anti Kekerasan Seksual Melalui Denim Day

JATENG.AKURAT.CO, BINUS Semarang baru-baru ini menggelar acara Denim Day di Atrium Lantai 1 Main Campus BINUS Semarang, POJ City, Semarang Barat.
Acara ini merupakan bagian dari dukungan mereka terhadap gerakan anti kekerasan seksual.
Denim Day, yang diperingati setiap tahunnya, mengambil tema "Support Denim Day" dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang kekerasan seksual serta menghormati korban-korban kekerasan tersebut.
Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, karyawan, dosen, dan pimpinan BINUS Semarang ini diselenggarakan oleh Student Affairs and Development Center (SADC) dengan Melania Wiannastiti sebagai SADC Manager.
Baca Juga: Keren, BUMDes Sriwulan Makmur Bagi-bagi THR Untuk Warga
Melalui perayaan Denim Day ini, BINUS Semarang ingin memberikan pemahaman yang lebih luas kepada seluruh komunitas Binusian di kampus Semarang tentang pentingnya menghormati hak-hak korban kekerasan seksual.
Dalam pernyataannya, Dewi Eka W, M.Psi, Psikolog dan Ketua Panitia acara tersebut, menyatakan, "BINUS Semarang dengan tegas mendukung gerakan anti kekerasan seksual. Melalui Denim Day, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas kepada seluruh komunitas Binusian di kampus Semarang tentang pentingnya menghormati hak-hak korban kekerasan seksual."
Selain penjelasan mendalam mengenai latar belakang dan tujuan Denim Day, acara ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan bertukar pandangan tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual.
Lebih dari 150 peserta hadir mengenakan pakaian denim sebagai simbol solidaritas dengan korban kekerasan seksual.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Kost Putri yang Berlokasi Dekat Kampus Unnes untuk Calon Mahasiswa Baru
Mereka juga aktif menuliskan pesan dukungan yang kemudian ditempelkan di papan yang tersedia di lokasi acara.
Pesan-pesan yang dituliskan oleh peserta mencerminkan komitmen kuat mereka dalam mendukung gerakan anti kekerasan seksual dan menegaskan pentingnya menghormati hak-hak korban.
Aksi ini menjadi bukti nyata tentang kesatuan dan kepedulian komunitas BINUS Semarang dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender.
Denim Day bermula dari kasus pemerkosaan yang terjadi di Italia, di mana seorang hakim memutuskan untuk meloloskan pelaku pemerkosaan dengan alasan korban dianggap membantu pelaku karena mengenakan celana denim.
Sejak itu, Denim Day menjadi momen untuk menegaskan penolakan terhadap pembenaran kekerasan seksual berbasis pada pakaian korban.
Dengan mengadakan acara Denim Day, BINUS Semarang berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung korban kekerasan seksual dan menegaskan penolakan terhadap segala bentuk pembenaran terhadap tindakan kekerasan tersebut.
Komitmen mereka dalam menyelenggarakan acara semacam ini adalah langkah konkret menuju sebuah masyarakat yang lebih aman dan adil bagi semua individu, tanpa memandang gender atau status sosial.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




