Sinergi Kelompok 63 KKN UPGRIS Membangun Kesehatan Masyarakat melalui Kegiatan Donor Darah Bersama Karang Taruna Dusun Ngrapet

AKURAT.CO, Kegiatan donor darah telah menjadi salah satu wujud nyata kepedulian dan partisipasi aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Dalam konteks ini, kerja sama antara Karang Taruna Dusun Ngrapet, Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, dan kelompok 63 KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dengan Palang Merah Indonesia (PMI) telah membawa dampak positif dalam menjaga pasokan darah yang memadai untuk kebutuhan medis.
Kolaborasi ini kembali diselenggarakan dengan sukses pada tanggal 25 Februari 2024.
Dalam pelaksanaan kegiatan donor darah ini, tim dari kelompok 63 KKN UPGRIS turut serta memberikan dukungan logistik dan administrasi.
Mereka berperan penting dalam membantu pendonor dalam mengisi formulir dan melakukan pengecekan kelayakan donor darah sebelum melaksanakan aksi mulia ini.
Pendampingan ini sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap tahapan dilakukan dengan benar dan sesuai prosedur medis yang telah ditetapkan.
Reonaldi Kusuma Nugraha, sebagai koordinator desa Banyubiru, menjelaskan bahwa peserta kegiatan donor darah ini akan melalui serangkaian tahapan yang penting.
Tahap awal melibatkan pengisian formulir dengan lengkap oleh para pendonor, yang kemudian akan diverifikasi oleh petugas.
Langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengukuran tekanan darah untuk menentukan apakah seseorang dapat melakukan donor darah dengan aman.
Setelah data terverifikasi, proses selanjutnya adalah memastikan kesesuaian informasi dengan yang tercatat dalam sistem melalui penggunaan teknologi.
Data yang diisi oleh pendonor akan dicocokkan kembali secara elektronik untuk memastikan integritas data dan kelancaran proses berikutnya.
Pada tahap berikutnya, petugas medis yang terlatih akan melakukan penyuntikan jarum steril ke dalam pembuluh darah vena di lengan pendonor.
Ini merupakan tahap krusial dalam proses donor darah di mana PMI Semarang mengambil darah sebesar 350 CC.
Proses pengambilan darah ini biasanya berlangsung sekitar 5-10 menit, bergantung pada respons tubuh masing-masing pendonor.
Setelah selesai melakukan donor darah, pendonor akan diberikan makanan kecil dan minuman.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya rasa pusing atau lemas setelah kehilangan sejumlah darah.
Selain itu, pendonor juga disarankan untuk beristirahat minimal 15 menit sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.
Kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Dusun Ngrapet bersama mahasiswa KKN UPGRIS, serta bekerja sama dengan PMI, tidak hanya bertujuan untuk menopang ketersediaan stok darah di wilayah tersebut.
Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, masyarakat semakin memahami pentingnya peran mereka dalam mendukung layanan kesehatan dan menyelamatkan nyawa sesama.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?





