Onigiri Daun Kelor Kreasi Mahasiswa Unissula, Upaya Diversifikasi Pangan Cegah Resiko Diabetes

AKURAT.CO SEMARANG - inovasi produk onigiri dari beras ketan dengan kombinasi daun kelor, menjadi upaya diversifikasi pangan pencegah resiko diabetes mellitus tipe 2.
Produk kreasi mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula Semarang tersebut, dikombinasikan dengan daun kelor yang memiliki sifat anti diabetik dan anti hiperglikemik.
Keunggulan onigiri daun kelor tersebut yakni mengandung flavonoid dan kaya antioksidan, sehingga mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah penyebab diabetes.
Baca Juga: Seorang Pria Diduga ODGJ Tiba-tiba Panjat Tower Selular
Penelitian tersebut dilakukan oleh para mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan, yang tergabung dalam tim Onitara.
Tim terdiri dari lima mahasiswa yakni Muhamad Ibnu Maulana, Niken Tri Winarti, Jepri Putra Wahyudi, Oktavia Angelina Diva Permadi, dan Raditya Beni Pratama.
Adapun dosen pembimbingnya yakni Ns M Arifin Noor M Kep Sp Kep MB.
Baca Juga: Penyebab Serta 4 Tips Mengatasi Sakit Kepala Sebelah Bagian Kiri
Produk inovasi mereka bahkan berhasil lolos Pendanaan PKM 2023 skema PKM-K.
Ketua tim Muhamad Ibnu Maulana mengatakan, dibuatnya produk ini terinspirasi dari tingginya prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia sebesar 10,6 persen.
Menempati posisi lima besar dunia dengan pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta, berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF, 2021).
Baca Juga: Murid TK Puwanida 1 Kunjungi Rumah Dinas Wali Kota
"Kasus diabetes anak di Kota Semarang juga meningkat signifikan. Berdasarkan data Dinkes, temuan DM pada anak tahun 2022 tercatat sebanyak 377 kasus atau meningkat dibandingkan temuan pada 2021 sebanyak 269 kasus," terangnya.
Selain dari data temuan kasus, ia juga mengenang atas masa lalu dari ibunda tercintanya yang telah meninggal dunia mengidap diabetes melitus kroni,s saat ia masih duduk di bangku kelas 2 SD.
Demikian pula saat mengikuti praktik belajar di rumah sakit ia banyak menjumpai kasus diabetes melitus yang tidak memandang usia.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Liga 2 Hari Ini, Cek Jadwal Pekan Kedua Liga 2 Musim 2023-2024
Dari data dan pengamatan tersebut, kata Ibnu, pihaknya menyimpulkan semakin lama prevalensi Diabetes Mellitus akan semakin meningkat.
Salah satu faktor penyebab utama Diabetes Mellitus tipe 2 adalah asupan gula atau karbohidrat sederhana yang tidak terkontrol, dan perilaku konsumsi makanan cepat saji.
“Oleh karena itu, kami Tim Onitara ingin membuat produk Onigiri rendah indeks glikemik, sehingga kadar gula dari pangan yang dikonsumsi penyerapannya rendah dalam tubuh,” ungkapnya.
Ibnu dan rekan-rekannya yakin produk ini mempunyai keunggulan yang lebih dibandingkan produk lain yang ada di pasaran.
Adapun bahan yang digunakan dari produk lokal alami yaitu beras ketan dan daun kelor, sehingga sangat terjangkau dan mudah ditemukan di pasaran.
Dikatakan, harga produk lebih ekonomis dan menggunakan bahan yang berbeda dari produk yang ada di pasaran.
Terakhir, bahan dasar dari produk dibuat secara mandiri atau home made.
“Target market yang dibidik adalah masyarakat umum dari segala usia, mulai dari remaja hingga dewasa. Mulai dari mahasiswa maupun pekerja yang memiliki aktivitas tinggi serta penderita diabetes mellitus yang membutuhkan kontrol asupan gula”, ungkapnya.
Ibnu menyebut, tim Onitara telah melakukan beberapa uji coba dan diskusi serta pendampingan kegiatan PKM yang diadakan oleh Unissula.
Proses produksinya dilakukan secara preorder dan pemasaran di CFD Simpang Lima Semarang. Sementara dalam satu pekan ini produk sudah terjual lebih dari seratus pack.
“Selain itu, tim juga sedang mendaftarkan sertifikasi halal produk Onigiri untuk difasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unissula,” tandasnya. *
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







