AKURAT.CO Sebanyak 484 mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo (UNW) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di 50 desa di Kabupaten Semarang. Pelepasan para mahasiswa KKN ke desa lokasi itu dilakukan oleh Sekda Djarot Supriyoto mewakili Bupati Semarang, di halaman rumah dinas bupati setempat.
Rektor UNW Prof Subyantoro menjelaskan, tujuan KKN fokus pada penurunan angka tengkes (stunting) di lokasi kegiatan.
“Pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu tri dharma perguruan tinggi kali ini mendukung penurunan angka stunting. Kami juga menjalin kerja sama dengan BKKBN Jawa Tengah, di desa dengan angka stunting tinggi di Sumowono,” terangnya.
Sekda Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto berharap, para mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan dari kampus untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Jadilah agen perubahan membantu masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera,” tegasnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyakarat (LPPM) UNW Sugeng Mariyanto menerangkan, para mahasiswa akan disebar di 12 kecamatan. Mereka berasal dari Fakultas Komputer dan Pendidikan, Kesehatan, serta Hukum dan Humaniora. Tak hanya menyentuh balita dengan kasus stunting, para mahasiswa juga akan memberikan edukasi kepada warga. Di antaranya, dengan penyuluhan hukum bagi para remaja calon pengantin, taklimat kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui.
“Kegiatan KKN akan berlangsung sampai dengan akhir Agustus mendatang. Kami mewanti-wanti mahasiswa, untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis selama KKN menjelang tahun politik 2024,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




