Selesaikan Tahapan Topping Off, SCU Semarang Segera Tuntaskan Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran

AKURAT.CO SEMARANG, Rektor Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Dr. Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi, dengan bangga mengumumkan pencapaian penting dalam pengembangan Fakultas Kedokteran di kampus BSB Semarang.
Tahap pemasangan atap (topping off) yang selesai pada Rabu, 20 Desember 2023, menandai penyelesaian konstruksi gedung dan memasuki tahap finishing.
Proyek pembangunan Fakultas Kedokteran ini mencerminkan komitmen tinggi dari yayasan, universitas, dan fakultas untuk menyediakan fasilitas pendidikan terbaik bagi para mahasiswa.
Baca Juga: Unika Soegijapranoto Semarang Menghadirkan Event Musik Ecofest 2023
Dr. Ferdinandus menjelaskan bahwa gedung setinggi enam setengah lantai ini, dengan setengah lantai sebagai semi basement, telah dirancang dengan fasilitas modern seperti auditorium, lobby, mini hospital, dan ruang lainnya yang mendukung kegiatan akademis.
"Gedung ini kami siapkan agar bisa menampung 400 mahasiswa baru FK tiap tahun, dengan harapan FK SCU bisa meraih akreditasi Unggul pada 2025 mendatang," tandas Rektor.
Dekan Fakultas Kedokteran SCU, dr. Jonsinar Silalahi MSi Med SpB SUBSP PED(K), menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah menginventarisasi kebutuhan kampus untuk memastikan fasilitas dan prasarana berstandar nasional yang akan membuat mahasiswa nyaman dalam belajar dan praktik.
"Mini Hospital yang kami bangun bukan hanya sebagai display, tapi juga sebagai fasilitas untuk latihan praktek sebenarnya. Kami berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa kami agar langsung siap terjun ke dunia kerja dengan keahlian yang teruji," ungkap dr. Jonsinar.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pembangunan Gedung FK SCU, B. Danang Setianto SH LLM PhD.
Dijelaskan, konsep bangunan ini tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga berusaha menjaga keserasian dengan gedung-gedung yang sudah ada.
Baca Juga: SCU Gelar Sertijab Fakultas Kedokteran, Rektor: Cetak Lulusan Unggul dan Humanis
Melalui studi banding, baik secara langsung maupun virtual, pihak SCU memastikan bahwa Fakultas Kedokteran ini memenuhi standar nasional dan internasional.
"Konsep ramah lingkungan yang kami usung melibatkan perhatian khusus pada kebutuhan mahasiswa, termasuk laboratorium, kelas, dan fasilitas penunjang kuliah. Gedung FK ini mengusung prinsip eco settlement untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan," ungkap Danang.
Dalam upaya menciptakan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan, konsep ramah lingkungan ini melibatkan penggunaan rongga dalam desain gedung untuk meminimalisir penggunaan listrik dan memaksimalkan sirkulasi udara.
Lantai dasar gedung ini dirancang sebagai selasar terbuka, yang diharapkan dapat menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa dan pengunjung.
Gedung Fakultas Kedokteran SCU juga akan dilengkapi dengan museum anatomi, rooftop dekat dengan ruang seminar yang dapat menampung 400 orang, serta mini hospital sebagai fasilitas simulasi untuk praktik penanganan pasien.
"Pada bagian lantai dasar kita ciptakan selasar yang relatif terbuka untuk bisa jadi ruang perjumpaan bagi mahasiswa maupun pengunjung serta mahasiswa lain. Untuk fasilitas gedung ini juga menyediakan museum anatomi, rooftop di dekat dengan ruang seminar yang bisa menampung 400 orang,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Danang, gedung FK ini akan dilengkapi dengan mini hospintal.
Baca Juga: Pengamat Transportasi Unika: Angkutan KSPN untuk Mendongkrak Kunjungan Wisatawan
Mini hospital dibangun sebagai visualisasi ruangan yang dapat digunakan mahasiswa untuk latihan praktek sebenarnya.
"Mini hospital ini bisa digunakan sebagai simulasi para mahasiswa seperti praktik penanganan pasien di rumah sakit," ucapnya.
Ditargetkan pada Agustus 2024 ini, gedung FK SCU sudah bisa digunakan untuk proses perkuliahan, sekaligus menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2024/2025.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



