Khas Jepara: Ada Kuliner Bernama Pecel Latoh Bu Wiyono, Pecel yang Disajikan dengan Tanaman Laut yang Unik

JATENG.AKURAT.CO, Mau Cobain Makanan Unik Khas Jepara? Ada Kuliner Bernama Pecel Latoh, Pecel yang Disajikan dengan Sejenis Tanaman Laut yang Unik.
Di Kabupaten Jepara, ada satu makanan lokal yang unik dan banyak digemari oleh masyarakat setempat, namanya Pecel Latoh.
Tak seperti pecel pada umumnya, di salah satu warung di kawasan Jepara Kota, ada sajian pecel dengan ditambahi topping latoh.
Melansir dari Instagram @Jeparaculinary, Pecel Latoh bisa anda jumpai di Warung Pecel Bu Wiyono.
Di warung ini ada menu khas yakni Pecel Latoh. Latoh sendiri adalah sejenis tanaman laut mirip dengan rumput laut.
Latoh bisa gampang ditemukan di perairan pantai Jepara, karena di Jepara juga banyak nelayan yang juga membudidayakan latoh.
Latoh juga disebut sebagai anggur laut, karena bentuknya mirip dengan tanaman anggur namun berukuran kecil.
Bahkan latoh atau anggur laut ini juga diekspor ke luar negeri seperti ke Jepang dan Korea Selatan untuk jadi bahan obat dan kosmetik.
Pecel Latoh di Warung Bu Wiyono ini juga ramai pembeli, apalagi pada saat jam makan siang.
Anda bisa menemukan sensasi berbeda saat makan pecel latoh, selain segar, anda bisa merasakan crunchy saat mengigit latoh yang dipadukan dengan sayur pecel lainnya.
Nikmatnya lagi, bumbu pecel di warung ini juga langsung diulek saat ada pesenan dan bisa memilih tingkat kepedasan sesuai selera.
Santap siang anda bersama Pecel Latoh makin lengkap, karena disini juga menyediakan aneka gorengan dan krupuk.
Untuk harga juga terjangkau per porsi hanya sekitar Rp15.000 saja. Hemat untuk kantong pekerja dan mahasiswa.
Jika ada ingin mencicipi nikmatnya Pecel Latoh Bu Wiyono, langsung saja meluncur ke alamat Jl. HOS. Cokroanimoto, Kauman, Kecamatan Jepara, Kota Jepara.
Baca Juga: Pesona 5 Cafe Lokal Hidden Gems Temanggung: Surga Kuliner di Antara Gunung Sindoro dan Sumbing
Itulah ulasan tentang Makanan Khas Jepara: Ada Kuliner Bernama Pecel Latoh Bu Wiyono, Pecel yang Disajikan dengan Tanaman Laut yang Unik. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal







