Wisata Vibes! Mengulik 4 Destinasi Wisata yang Dulu Berjaya, Kini Tinggal Kenangan: Snowbay, Taman Festival Bali, hingga Wonderia

JATENG.AKURAT.CO, Indonesia pernah memiliki deretan destinasi wisata yang sangat populer dan menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Namun, sayangnya, beberapa dari tempat tersebut kini telah kehilangan pesonanya, meninggalkan jejak kenangan di balik dinding-dinding kosong dan wahana yang terbengkalai.
Berikut ini adalah beberapa destinasi wisata yang dulu berjaya, namun sekarang hanya menyisakan memori masa lalu.
1. Snowbay Water Park, Jakarta
Snowbay Water Park, yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pernah menjadi destinasi favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk bermain air.
Dengan berbagai wahana yang lengkap, taman wisata air ini selalu ramai dikunjungi, terutama di akhir pekan.
Dua atraksi utamanya, seluncuran Hurricane dan Cool Running, menjadi daya tarik yang sulit untuk ditolak.
Namun, pandemi Covid-19 yang melanda pada tahun 2020 mengubah segalanya.
Taman hiburan ini terpaksa menutup operasinya, dan tak lama kemudian, TMII diambil alih oleh pemerintah, yang membuat Snowbay tak lagi beroperasi.
Kini, tempat yang dulu penuh canda tawa pengunjung tersebut hanya menjadi bagian dari sejarah.
2. Taman Festival Bali
Berada tak jauh dari Pantai Sanur, Taman Festival Bali dulunya adalah taman hiburan besar yang populer pada zamannya.
Dibuka pada tahun 1997, tempat ini menawarkan berbagai wahana menarik dan menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan lokal dan asing.
Namun, akibat krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998, taman ini harus gulung tikar pada tahun 1999, hanya dua tahun setelah beroperasi.
Kini, Taman Festival Bali lebih dikenal sebagai "wisata horor" bagi mereka yang menyukai suasana seram dan mencekam.
Tanaman merambat yang menutupi bangunan, grafiti, dan semak belukar menciptakan suasana yang eksotis namun menyeramkan.
Wisatawan yang tertarik untuk merasakan nuansa mistis di taman ini bisa masuk dengan membayar Rp 10 ribu.
Baca Juga: Semarang Zoo: Wisata Edukatif Kebun Binatang di Semarang, Saksikan Keseruan Pertunjukkan Animal Show
3. Wonderia, Semarang
Wonderia adalah taman hiburan yang sangat populer di kalangan warga Semarang saat masih beroperasi.
Dibuka pada Juni 2004, taman ini dikelola oleh pihak swasta dengan sistem royalti kepada Pemerintah Kota Semarang.
Sayangnya, taman ini harus ditutup pada November 2007 setelah insiden kecelakaan di wahana permainan "plane tower" atau balon udara yang menyebabkan 16 orang terluka.
Setelah bertahun-tahun kosong dan tidak terawat, area bekas Wonderia kabarnya akan diubah menjadi hutan kota.
Transformasi ini bertujuan untuk memberikan manfaat baru bagi masyarakat setempat dengan menyediakan ruang terbuka hijau yang asri dan sejuk.
4. Taman Ria Senayan, Jakarta
Selain ketiga destinasi di atas, ada pula Taman Ria Senayan di Jakarta, yang dulu merupakan salah satu taman hiburan ikonik di ibu kota.
Taman ini telah menjadi lokasi bermain dan hiburan bagi warga Jakarta sejak lama, namun harus berhenti beroperasi seiring perubahan perkembangan kawasan tersebut.
Kini, lokasi ini telah berganti fungsi menjadi pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Kehilangan tempat-tempat wisata ikonik ini tidak hanya menyisakan kenangan bagi para pengunjungnya, tetapi juga mencerminkan perubahan selera dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Meski beberapa destinasi tersebut kini hanya menjadi spot foto yang unik atau bahkan wisata horor, warisan sejarah dan cerita yang tertinggal tetap membekas di hati para pengunjung setianya.
Seiring berjalannya waktu, industri pariwisata di Indonesia terus berinovasi, menghadirkan destinasi-destinasi baru yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan.
Namun, bagi mereka yang sempat menikmati kejayaan destinasi wisata ini di masa lalu, setiap kenangan yang ditinggalkan tetap akan menjadi cerita yang tidak terlupakan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal








