Wisata Vibes! Jadwal Jogja Walking Tour Bulan September 2024 Bersama Bersukariawalk, Menelusuri Keunikan Yogyakarta dengan Berbagai Cerita

JATENG.AKURAT.CO, Yogyakarta, kota dengan sejuta pesona, selalu menawarkan pengalaman berbeda setiap kali kita menjelajahinya.
Salah satu cara untuk menikmati keindahan dan kekayaan sejarah kota ini adalah dengan mengikuti walking tour.
Pada bulan September 2024, Bersukaria Walking Tour kembali hadir dengan jadwal yang menarik, siap membawa Anda menelusuri sudut-sudut ikonik Yogyakarta.
Berikut adalah agenda walking tour Bersukaria sepanjang bulan September 2024:
07 September 2024 - Malioboro (Sabtu, 15.30 WIB)
Malioboro, jantung kota Yogyakarta, selalu menjadi destinasi favorit wisatawan.
Jalan ikonik ini tidak hanya terkenal dengan toko-toko dan pedagang kaki limanya, tetapi juga dengan berbagai bangunan bersejarah yang menyimpan cerita masa lalu.
Walking tour ini akan membawa Anda menyusuri jalan Malioboro, mengenal lebih dekat kisah di balik bangunan dan tempat-tempat penting yang ada di sepanjang jalan ini.
08 September 2024 - Kota Baru (Minggu, 08.00 WIB)
Kota Baru, sebuah kawasan yang dikenal sebagai salah satu wilayah permukiman elit di Yogyakarta pada masa kolonial Belanda.
Di sini, Anda akan diajak untuk mengenal lebih dalam tentang arsitektur dan sejarah kawasan ini, mulai dari gereja tua hingga rumah-rumah peninggalan kolonial yang masih berdiri kokoh.
14 September 2024 - Tugu Jogya (Sabtu, 15.30 WIB)
Tugu Jogya adalah landmark kota Yogyakarta yang tidak boleh dilewatkan.
Monumen ini bukan hanya sekadar penanda pusat kota, tetapi juga simbol filosofi perjuangan dan persatuan rakyat Yogyakarta.
Walking tour kali ini akan memberikan Anda perspektif baru tentang pentingnya Tugu Jogya dalam sejarah dan budaya kota ini.
15 September 2024 - Kampung Ahmad Dahlan (Minggu, 08.00 WIB)
Kampung Ahmad Dahlan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Di sinilah KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dilahirkan dan memulai gerakan reformasi Islam di Indonesia.
Selama walking tour ini, Anda akan mengunjungi tempat-tempat penting dalam sejarah hidup Ahmad Dahlan dan melihat bagaimana warisannya masih hidup hingga hari ini.
21 September 2024 - Alun-Alun Kidul (Sabtu, 15.30 WIB)
Alun-Alun Kidul, yang terletak di bagian selatan Keraton Yogyakarta, adalah tempat yang sarat akan tradisi dan mitos.
Di malam hari, area ini berubah menjadi tempat yang ramai dengan aktivitas warga dan wisatawan yang mencoba berjalan di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup.
Walking tour ini akan mengungkap kisah-kisah menarik di balik tradisi dan kebiasaan yang ada di Alun-Alun Kidul.
22 September 2024 - Kota Gede (Minggu, 08.00 WIB)
Kota Gede adalah bekas ibu kota Kerajaan Mataram yang terkenal dengan kerajinan peraknya.
Dalam walking tour ini, Anda akan diajak menjelajahi gang-gang sempit yang penuh dengan sejarah, mengunjungi makam raja-raja Mataram, dan melihat proses pembuatan kerajinan perak yang telah diwariskan secara turun-temurun.
28 September 2024 - Prawirotaman (Sabtu, 15.30 WIB)
Prawirotaman dikenal sebagai "kampung turis" karena banyaknya penginapan, cafe, dan galeri seni yang berjejer di sepanjang jalannya.
Namun, kawasan ini memiliki sejarah yang panjang sebagai pusat perjuangan para prajurit Yogyakarta.
Walking tour ini akan membawa Anda mengungkap lapisan sejarah yang ada di balik wajah modern Prawirotaman.
29 September 2024 - Praja Paku Alaman (Minggu, 08.00 WIB)
Paku Alaman, sebuah kawasan yang berhubungan erat dengan sejarah Kesultanan Yogyakarta, adalah tempat di mana Pura Pakualaman berada.
Selama tour ini, Anda akan menjelajahi keunikan arsitektur dan sejarah istana kecil ini, serta mengenal lebih dekat tentang peran Pakualaman dalam sejarah Yogyakarta.
Dengan berbagai pilihan destinasi yang menarik, Bersukaria Walking Tour di bulan September 2024 siap menjadi kegiatan yang tidak boleh dilewatkan bagi Anda yang ingin menikmati Yogyakarta dengan cara yang berbeda.
Jangan lupa untuk mencatat tanggalnya dan siapkan diri Anda untuk petualangan sejarah dan budaya yang tak terlupakan!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







