Jateng

Kuliner Unik Kota Kudus: Nasi Jangkrik, Bukan Terbuat dari Hewan, Konon Bermula dari Zaman Sunan Kudus

Afri Rismoko | 25 Juni 2024, 15:05 WIB
Kuliner Unik Kota Kudus: Nasi Jangkrik, Bukan Terbuat dari Hewan, Konon Bermula dari Zaman Sunan Kudus

AKURAT.CO JATENG - Kuliner Unik Kota Kudus: Nasi Jangkrik, Bukan Terbuat dari Hewan, Konon Bermula dari Zaman Sunan Kudus. 

Di Kota Kudus memang sudah tersohor dengan kulinernya yang membuat lidah bergoyang. Misalnya saja: Soto Kudus, Tahu Campur, Sate Kerbau atau Garang Asem.

Tapi ada lho, satu kuliner dengan nama yang agak unik tapi rasanya tetap oke punya. Namanya “Nasi Jangkrik”.

Baca Juga: Terbongkar! Rahasia Kuliner Hits Cilacap yang Bikin Lidah Bergoyang dan Perut Lapar

Namun anda jangan membayangkan jika sajian ini berupa nasi dengan lauk jangkrik yang digoreng atau dioseng. Karena makanan ini memang tidak terbuat dari hewan bernama Jangkrik.

Sebungkus nasi jangkrik di Kudus berisi nasi dengan lauk daging kambing atau kerbau ukuran dadu, tahu, serta guyuran kuah bersantan. Daging kerbaunya empuk dengan bumbu yang meresep ke serat daging

Menariknya, nasi ini dibungkus dengan daun jadi dan diikat dengan anyaman jerami.

Meski sederhana, nasi jangkrik terasa sangat lezat dan menggugah selera. Tidak heran jika kuliner ini dibanderol dengan harga Rp15.000 per porsi.

Asal usul Nasi Jangkrik ini adalah pada zaman dulu, Kiai Telingsing bersama Sunan Kudus dan wali lainnya berkumpul di tajug Menara Kudus. Kala itu, istri Sunan Kudus memasak suatu menu yang sangat lezat.

Baca Juga: Merasakan Kelezatan Rasa Khas Daerah Pantura: Rekomendasi 4 Kuliner Hits dari Pemalang yang Rasanya Selalu Nendang Abis

Saking lezatnya, ada yang nyeletuk, “jangkrik masakan opo iki kok enake pol (jangkrik, masakan apa ini kok enak banget)”.

Yang menunjukan kalau rasa makanan itu sangat enak, lalu omongan itulah yang menjadi nama makanan tersebut.

Kuliner khas Kudus ini mudah ditemui di kawasan Jl. Sunan Kudus atau sekitar Menara Kudus.

Biasanya, nasi jangkrik dibagikan gratis di hari Asyura atau bertepatan dengan 10 Muharram dalam kalender Islam. 

Tradisi tersebut masih dipertahankan sampai saat ini. Tujuannya tak lain menumbuhkan persaudaraan.

Kalau anda mau membeli Nasi Jangkrik ini, ada bisa temui di beberapa warung di dekat Pasar Jember Kudus atau di kawasan deket Alun-Alun Simpang 7 Kudus. 

Itulah ulasan unik tentang makanan unik dari Kota Kudus yang bernama Nasi Jangkrik, konon bermula dari zaman Sunan Kudus. *** 

 





Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A