5 Fakta Sejarah Tentang Kuliner Khas Nasi Gandul, Warga Pati Belum Tentu Tahu Cerita Ini

AKURAT.CO JATENG - 5 Fakta Sejarah Tentang Kuliner Khas Nasi Gandul, Warga Pati Belum Tentu Tahu Cerita Ini.
Kabupaten Pati merupakan kawasan yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa. Daerah ini terkenal dengan hasil laut yang melimpah.
Meskipun kawasan pesisir, tapi di Kabupaten Pati makanan khas yang terkenal justru olahan nasi dengan daging. Yakni Nasi Gandul.
Baca Juga: EURO 2024: Jerman Hadapi Skotlandia, Siapa yang Akan Raih Kemenangan Pertama
Nasi Gandul menjadi kuliner khas Pati yang juga banyak di jual orang Pati di luar daerah. Tak sulit kok untuk menemui warung Nasi Gandul di luar Pati.
Nah, penasaran gak sih, apa saja fakta unik dibalik terciptanya Nasi Gandul kuliner khas Pati ini. Berikut ulasannya.
Baca Juga: Kuliner Semarang Tiada Bandingnya! Menikmati Kuliner Lezat di Sekitar Gang Lombok (Bagian 2)
- Asal Usul Nama Nasi Gandul
Dikutip dari jatengprov.go.id, nama nasi gandul diadopsi dari cara penjual nasi gandul menjajakan dagangan dengan memikulnya di pundak kanan dan kiri sehingga saat berjalan dagangannya akan berayun ayun atau gondal gandul dalam bahasa jawa.
Hingga kini nama nasi gandul masih melekat pada kuliner tradisional Pati ini meskipun hampir semua penjualnya yang berjualannya magrog atau menempati suatu tempat atau rumah makan.
- Sudah Ada Sejak Tahun 1955
Melansir dari berbagai sumber, Nasi Gandul ini pertama kali dijual oleh seseorang bernama Pak Meled di Pati.
Dia adalah warga Desa Gajahmati yang pertama kali jualan Nasi Gandul pada tahun 1955.
Baca Juga: Sensasi Kuliner Kekinian Solo yang Menggugah Selera Kawula Muda (Bagian 2)
Usaha Nasi Gandul itu lalu diteruskan oleh menantunya hingga saat ini. Oleh karena itu Desa Gajahmati di Pati dijuluki sebagai Pusat Nasi Gandul.
- Warung Nasi Gandul Paling Legend di Pati, Nasi Gandul Romantis Pak Sardi
Di Pati banyak sekali rumah atau warung makam yang menyediakan menu nasi gandul. Namun yang paling terkenal adalah Nasi Gandul Romantis Pak Sardi.
Sudah buka sejak 1978, Nasi Gandul Romantis Pak Sardi tak pernah sepi pembeli, lho.
Banyak yang mengakui, rasa dari nasi gandulnya tak pernah berubah, masih sama enaknya seperti saat pertama kali buka.
Buka mulai pukul 16.00-22.00, Nasi Gandul Romantis Pak Sardi berlokasi di Panunggulan, Gajahmati, Pati.
Bila mau mencicipi nasi gandul Pak Sardi, wajib sabar menunggu ya karena hampir setiap hari antriannya cukup banyak.
- Lauk Pelengkap Nasi Gandul
Di Pati, menikmati nasi gandul tak lengkap tanpa adanya tempe goreng yang renyah dan sundukan aneka macam sebagai lauknya.
Di warung nasi gandul, banyak disediakan beraneka macam lauk yang dijejer di atas meja agar pembeli bisa memilih sendiri.
Di Pati, telur bacem juga menjadi salah satu pelengkap nasi gandul yang digemari. Ditambah dengan sambal dan kecap, menambah nikmat rasa nasi gandul khas Pati ini.
Baca Juga: Surga Tersembunyi di Ujung Jepara, Pantai Lemah Abang, Ada Petilasan Syekh Siti Jenar
- Cara Penyajian Nasi Gandul yang Unik
Berbeda dari lainnya, nasi gandul punya keunikan tersendiri dalam cara penyajiannya yaitu pedagang akan melapisi piring pembeli dengan daun pisang sebelum diisi makanan.
Selain itu, pembeli juga bisa memilih bagian mana yang akan menjadi isian nasi gandulnya. Ada daging, empal atau jeroan sapi yang sudah dimasak bacem dan bisa dipilih oleh pembeli.
Setelah dipilih, barulah daging atau jerohannya dipotongkan oleh penjual di atas nasi.
Di warung-warung nasi gandul, akan terlihat gerabah-gerabah berisi kuah khas hidangan Pati ini.
Itulah ulasan 5 fakta sejarah mengenai kuliner khas Pati, Nasi Gandul, yang belum tentu warga Pati sendiri tahu cerita tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



