Jateng

Pesona Mistis dan Misteri yang Ada di Pantai Slamaran Indah: Mitos dan Kisah Dewi Lanjar

Theo Adi Pratama | 4 Januari 2024, 06:30 WIB
Pesona Mistis dan Misteri yang Ada di Pantai Slamaran Indah: Mitos dan Kisah Dewi Lanjar

AKURAT.CO Misteri, Pantai Slamaran Indah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, telah lama menjadi tujuan wisata yang menawan, memikat para pengunjung dengan keindahannya.

Namun, di balik pesona alam yang memikat tersebut, tersimpan kisah misteri yang melibatkan sosok makhluk gaib, Dewi Lanjar, yang dipercayai sebagai penguasa pantai utara Jawa.

Dewi Lanjar, konon, adalah sosok yang memainkan peran penting dalam kehidupan spiritual Pantai Slamaran.

Sebelumnya dikenal sebagai Dewi Rara Kuning, ia memilih pertapaan setelah kepergian suaminya yang telah meninggal.

Baca Juga: Kisah Hantu Nusantara: Misteri Setan Welthok, Hantu Anak-Anak di Tepi Sungai Surabaya

Keputusannya membawanya menjadi salah satu pengikut Nyi Roro Kidul, yang juga dikenal sebagai Ratu Laut Selatan.

Dalam perintah dari Nyi Roro Kidul, Dewi Lanjar menjadi penunggu atau penguasa pantai utara.

Mitos ini memberikan dasar keyakinan bahwa keraton Dewi Lanjar berada di sekitar Sungai Slamaran atau Pantai Slamaran Indah di Pekalongan.

Ini adalah awal dari kepercayaan bahwa Pantai Slamaran Indah memiliki nilai sakral yang mendalam.

Baca Juga: Kisah Hantu Nusantara: Mitos Hantu Bengkek, Kekejaman dan Misteri dari Tanah Kalimantan Barat

Selain itu, terdapat empat mitos terkenal lainnya yang terkait dengan Pantai Slamaran, seperti yang dirangkum oleh radartegal.disway.id.

1. Kerajaan Gaib

Konon, bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal supranatural, mereka dapat dengan mudah melihat kerajaan gaib yang indah di Pantai Slamaran.

Di dalamnya terdapat istana yang menghubungkan berbagai bangunan melalui jembatan.

Menurut cerita yang beredar, jembatan tersebut dibangun dengan menggunakan tumbal manusia yang mencari pesugihan dari Dewi Lanjar, dan istana tersebut dipercayai sebagai milik Dewi Lanjar.

Baca Juga: Misteri Hantu Mbah Jenggot: Hantu Kakek Pemilik Pesugihan yang Mengerikan

2. Pesugihan Tumbal Nyawa

Dari cerita yang tersebar, seseorang yang melakukan meditasi hingga bertemu dengan Dewi Lanjar dapat membuat keinginannya terwujud.

Namun, untuk memperoleh kekayaan seperti itu, diperlukan beberapa syarat sulit, bahkan melibatkan pengorbanan nyawa sendiri atau anggota keluarga.

Meskipun demikian, pelaku pesugihan akan menerima kekayaan berlimpah dari Dewi Lanjar, namun prajurit Dewi Lanjar dikatakan akan meminta pengorbanan sesuai syarat yang telah ditetapkan setelah jangka waktu pesugihan berakhir.

3. Dewi Lanjar Membawa Anak-anak Hilang

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika seorang anak hilang saat bermain di Pantai Slamaran, Dewi Lanjar dianggap terlibat dalam kejadian tersebut.

Anak-anak yang hilang dianggap sebagai korban yang dibawa oleh Dewi Lanjar, entah untuk diasuh atau digunakan sebagai tumbal dalam pesugihan.

Baca Juga: Misteri Hantu Nusantara: Kisah Begu Ganjang, Legenda dan Cerita Mistis yang Mencengangkan di Sumatera Utara

4. Masyarakat Pekalongan Dilarang Meminta Pesugihan

Hingga saat ini, orang-orang yang mencari kekayaan melalui pesugihan sering mengunjungi Pantai Slamaran.

Namun, hanya penduduk dari luar Pekalongan yang diizinkan melakukannya.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, penduduk Pekalongan tidak diperbolehkan meminta pesugihan karena dianggap masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Dewi Lanjar.

Pantai Slamaran Indah tidak hanya menawarkan pesona alam yang indah tetapi juga menyimpan kisah-kisah mistis yang memberikan warna dan keunikan tersendiri.

Mitos-mitos ini menambahkan lapisan ke dalam budaya dan kepercayaan masyarakat sekitar, membuat Pantai Slamaran Indah menjadi destinasi yang tidak hanya memanjakan mata tetapi juga menantang imajinasi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.