Kemana Negara Tujuan Shin Tae yong, Usai Dipastikan Tinggalkan Timnas Indonesia per Juni 2024? Simak Lengkap

AKURAT.CO, Kemana Negara Tujuan Shin Tae yong, Usai Dipastikan Tinggalkan Timnas Indonesia per Juni 2024? Simak Lengkap
Pelatih Indonesia Shin Tae yong memastikan diri akan meninggalkan Timnas Indonesia pada Juni 2024 mendatang, seiring habis kontrak
Dikabakan jika Shin Tae yong sudah menerima tawaran melatih di Timnas negara lain, kemana pelatih asal Korea Selatan ini akan berlabuh selanjutnya?
"Shin Tae-yong mengatakan telah menerima tawaran untuk melatih timnas negara lain sepekan lalu. Tawaran itu, bukan berasal dari negara Asia Tenggara.
Menurut STY, pembicaraan perpanjangan kontrak dgn PSSI sudah ada. Dia juga bisa saja pergi dgn membayar penalti. Tetapi, saat ini, STY berkomitmen untuk melatih Timnas Indonesia setidaknya sampai Juni 2024. via: Sports Kyunghyang"
Pernyataan tersebut dikutip dari akun Twitter @ainurohman, yang diunggah pada hari ini Selasa 30 Januari 2024
Twett tersebut sudah dilihat hingga 632 ribu kali saat artikel ini diunggah
'Selama menjadi pelatih Timnas, STY mengatakan bahwa penghormatan pada kultur Indonesia menjadi prioritasnya.
Dia belajar dari mantan pelatih Korsel asal Jerman Uli Stielike yg seakan memaksakan leadership ala Eropa dan mengabaikan kultur Korea,' tulis Ainur Rohman dalam cuitannya tersebut
Belajar dari kasus Stielike, STY berjanji utk menghormati kultur negara lain. Dalam kasus Indonesia, STY berusaha utk tidak pernah menyinggung soal agama.
Bahkan 1% pun, STY tidak pernah membahas soal agama. Dia memberikan kebebasan kpd pemain dan staf utk melakukan ibadah.
Juga tidak ada sesi latihan/pertandingan waktu salat Jumat. Bagian ini, bagi STY, adalah hal yg sulit.
Yang berusaha diubah STY adalah kedisiplinan.
Di Korea, para pemain sudah sangat siap berlatih hanya 2-3 menit ketika tiba di lapangan.
Di Indonesia, para pemainnya lebih santai, baru siap berlatih 10-15 menit ketika di lapangan.
STY harus membuat timeline yg ketat agar pemain Indonesia disiplin soal waktu. Misalnya dalam transisi latihan-mandi-makan.
Selain itu, STY berusaha keras utk mengubah kebiasaan makan pemain Indonesia yg cenderung suka gorengan dan makanan asin.
Makanan2 itu, kata STY, buruk bg endurance. STY membebaskan pemainnya beribadah. Tapi dia akan menegakkan aturan yg keras soal latihan dan kebiasaan makan.
"STY bilang, performa pemain muda Indonesia memang naik-turun, tdk konsisten. STY mengatakan bahwa melakukan kesalahan adl hal yg wajar. Tp yg bikin STY cukup puas, fighting spirit dan profesionalisme para pemain terus berkembang ke arah yang lebih baik," bunyi Twett tersebut
Sejauh ini belum diketahui pasti kemana Shin Tae-yong akan berlabuh usai habis kontrak bersama Timnas
usai kabar ini banyak pendukung Timnas, yang meminta agas PSSI mempertahankan Shin Tae-yong
Mereka menilai di tangan Shin Tae-yong, Timnas mampu tampil lebih bagus dibanding para pelatih sebelum-sebelumnya
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




