UPGRIS Perkuat Riset Terahertz di 2nd International Symposium on Terahertz Molecular Science Nara Jepang

JATENG.AKURAT.CO, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali unjuk gigi di panggung riset internasional dengan menghadiri 2nd International Symposium on Asian Research Network for Terahertz Molecular Science yang digelar di Nara, Jepang, pada 16–18 Maret 2025.
Partisipasi ini merupakan kelanjutan dari keikutsertaan UPGRIS dalam simposium pertama yang berlangsung di Kobe pada 2024.
Ajang ilmiah bergengsi ini menjadi wadah untuk mengevaluasi capaian riset yang telah dilakukan sejak 2023, sekaligus merumuskan arah kolaborasi hingga akhir periode hibah pada 2026.
Fokus pada Aplikasi Terahertz untuk Berbagai Sektor
UPGRIS dijadwalkan mempresentasikan perkembangan riset bersama mitra internasional, khususnya dalam penerapan teknologi terahertz di berbagai sektor strategis.
Dalam kegiatan simposium internasional ini, UPGRIS diwakili oleh Mega Novita, Ph.D.
Bidang yang menjadi prioritas antara lain:
-
Industri farmasi – mendukung pengembangan obat berbasis analisis molekuler presisi tinggi.
-
Pertanian presisi – meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan melalui pemantauan berbasis gelombang terahertz.
-
Monitoring lingkungan – mendeteksi perubahan kualitas udara, tanah, dan air dengan metode non-invasif.
Melalui simposium ini, UPGRIS juga akan menginisiasi proyek baru yang relevan dengan kebutuhan global, terutama terkait isu lingkungan dan ketahanan pangan.
Mendorong Kolaborasi Internasional
Ketua LPPM UPGRIS, Dr. Wiyaka, menegaskan bahwa partisipasi berkelanjutan di forum ini adalah langkah strategis untuk memperkuat reputasi Indonesia di bidang riset terahertz.
“Partisipasi berkelanjutan di simposium internasional ini mempertegas komitmen UPGRIS untuk menjadi pemain utama dalam kolaborasi riset global,” ujarnya.
Simposium ini diharapkan menjadi titik lahirnya ide-ide kolaborasi baru yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, keterlibatan aktif UPGRIS di jaringan riset Asia ini akan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang berperan dalam pengembangan teknologi terahertz untuk menjawab tantangan masa depan.
Dengan hadir di Nara, UPGRIS bukan hanya membawa nama universitas, tetapi juga membawa misi besar untuk menjadikan riset Indonesia relevan dan kompetitif di tingkat global.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




