Laka Laut Pantai Drini, BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi

JATENG.AKURAT.CO, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan gelombang tinggi untuk perairan DIY.
Peringatan gelombang tinggi tersebut berlaku di tanggal 29 Januari - 1 Februari 2025.
Ditengah dimeriahkan momen libur panjang, diwarnai insiden wisatawan terseret ombak di Pantai Drini Kabupaten Gunungkidul DIY.
Kejadian ini mengakibatkan 3 korban yakni pelajar SMPN 7 Mojokerto Jawa Timur meninggal dunia. Satu korban sampai saat ini dinyatakan hilang.
Di saat yang sama, kejadian serupa juga terjadi di Pantai Cemara. Pengunjung yang berusia 9 tahun meninggal dunia setelah terseret arus di Pantai Cemara Jember.
Simak informasi tinggi gelombang DIY :
Tanggal 29 Januari 2025
Terdapat daerah belokan angin di sepanjang Pulau Jawa. Profil vertikal kelembaban udara terkini di wilayah DIY pada ketinggian 1,5 - 3 km (level 850 - 700 mb) yang basah sebesar 70-98%, sehingga berpotensi terjadi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY terutama pada siang hingga malam hari.
Tanggal 30 Januari 2025
Terdapat daerah belokan angin di sepanjang Pulau Jawa. Profil vertikal kelembaban udara terkini di wilayah DIY pada ketinggian 1,5 - 3 km (level 850 - 700 mb) yang basah sebesar 70-98%, sehingga berpotensi terjadi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY terutama pada siang hingga malam hari.
Tanggal 31 Januari 2025
Terdapat daerah belokan angin di sepanjang Pulau Jawa. Profil vertikal kelembaban udara terkini di wilayah DIY pada ketinggian 1,5 - 3 km (level 850 - 700 mb) yang basah sebesar 70-98%, sehingga berpotensi terjadi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY terutama pada siang hingga malam hari.
Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca di Lima Kabupaten/Kota Di DIY, Rabu 29 Januari 2025
Peringatan dini gelombang 1,25 - 2,5 m berpeluang terjadi di Perairan Kulon Progo, Bantul dan Gunung Kidul.
Hal ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran :
- Perahu Nelayan, jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 m.
- Kapal Tongkang, jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 m.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




