Konflik Hutan Adat Papua, Perwakilan PT BLN Tak Hadir, Polres Salatiga Bakal Mediasi Ulang

JATENG.AKURAT.CO, Polres Salatiga menggelar mediasi yang keempat dalam kasus konflik hutan adat Papua, namun tidak dihadiri perwakilan PT BLN.
Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari mengatakan tujuan mediasi agar permasalahan yang melibatkan para pihak cepat selesai.
Namun Nicholas Nyoto Prasetyo, bos tambang pemilik PT BLN tidak hadir.
"Otomatis nanti akan kami jadwal mediasi ulang. Hari ini pihak Marten datang bersama penasehat hukumnya Alvares. Tapi, pihak koperasi BLN Group Pak Nicho tidak hadir," terangnya pada Jum'at (28/6/2024).
Baca Juga: Bawa Uang Rp.20,000 Aja Dijamin Kenyang, Ini 5 Lokasi Warung Makan Murah Meriah di Kota Magelang
Konflik antara warga Papua terkait lahan tambang emas di Kampung Sawe Suma, Distrik Urunum Guay, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang melibatkan PT BLN asal Salatiga belum juga selesai.
Sejatinya, permasalahan yang melibatkan perwakilan warga Papua bernama Marten Basaur dan pemilik perusahaan BLN Group Nicholas Nyoto Prasetyo difasilitasi mediasi oleh Polres Salatiga.
Namun hingga sekarang masalah belum juga selesai.
AKBP Aryuni menerangkan, mediasi yang dijadwal kali ini tindaklanjut dari mediasi sebelumnya bertempat di Polres Salatiga sebanyak dua kali.
Baca Juga: Ini 5 Daerah Tertua yang Ada di Wilayah Jawa Tengah, Terlama Berusia Lebih dari 1000 Tahun
Karena kata dia, lokasi permasalahan utama berada di Provinsi Papua.
Dia mengaku, meskipun tidak hadir disebut perwakilan koperasi BLN Group ketika dikomunikasi memberikan jawaban dan berencana hadir.
Namun, pada saat dijadwalkan mediasi menyampaikan ada kepentingan lain.
Kapolres Salatiga menegaskan, bakal kembali mengatur jadwal untuk dipertemukan. Karena, pada dasarnya para pihak dinilai membuka opsi penyelesaian dan memiliki niat baik menyelesaikan masalah.
Baca Juga: RESMI, Erick Thohir Umumkan Perpanjangan Kontrak Shin Tae Yong
"Hari ini hadir juga perwakilan dinas koperasi, asisten Walikota, Dandim 0714 . Kami inginnya masalah ini tidak berlarut-larut. Kami ingin semua aman, nyaman dan menjaga situasi di Kota Salatiga," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




