Arnaz, Supriyadi, dan Iswar Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Walikota Semarang Melalui PDIP, Siapa Dapat Rekomendasi Megawati ?

AKURAT.CO, Persaingan politik di Kota Semarang semakin memanas menjelang pemilihan walikota dengan tiga nama besar, Arnaz Agung Andrarasmara, Supriyadi, dan Iswar Aminuddin, telah mengambil formulir pendaftaran dari PDI Perjuangan.
Sekretaris DPC PDIP Semarang, Kadarlusman, mengungkapkan bahwa Supriyadi dan Iswar Aminuddin juga telah mengambil formulir pendaftaran, menandakan dimulainya periode kompetisi yang sengit antar kandidat.
Menurut Kadarlusman, proses pendaftaran akan berlangsung hingga 11 Mei, dengan batas akhir pengembalian formulir ditetapkan antara 18-23 Mei.
Baca Juga: Persip Pekalongan Terkena Sanksi Berat dalam Liga 3 Nasional Atas Ulah Suporter
“Diawali dengan kader PDIP, ada Mas Supriyadi. Mudah-mudahan dilanjutkan dengan teman-teman yang lain, baik dari kader maupun eksternal partai. Karena pendaftaran ini terbuka untuk umum,” ucap Pilus sapaannya.
Pilus menyebut, pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang ini tidak terbatas untuk kader, tetapi siapapun bisa mendaftar.
“Pendaftaran ini tidak kita batasi, semuanya boleh,” Kata dia.
Tahapan pendaftaran Pilwakot Semarang mulai dengan pengambilan formulir pada 2-11 Mei 2024. Kemudian dilanjutkan dengan pengembalian formulir pada 13-18 Mei 2024.
Baca Juga: Hasil Pertandingan! Babak 80 Besar LIGA 3 Putaran Nasional 2023/24 #MatchDay5, Selasa/ 7 Mei 2024
Setelah itu, lanjut dia, baru masuk di penyampaian visi misi untuk kemudian nama-nama tersebut disaring dari seluruh yang mengambil formulir.
“Setelah disaring, nama-nama yang menurut kami layak untuk maju di Pilwakot Semarang, kemudian kami kirim ke DPP untuk bisa mendapatkan rekomendasi DPP,” imbuhnya.
Arnaz Agung Andrarasmara, yang dikenal sebagai Ketua Kadin, KONI, Baznas, dan Bateng Muda Indonesia, mengambil langkah formal pertamanya dalam kontes politik ini di Markas DPC PDIP Kota Semarang, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat.
Saat diwawancara, Arnaz menyatakan komitmennya terhadap proses demokrasi.
"Ini bagian dari proses berdemokrasi di Kota Semarang dan saya adalah bagian di dalamnya,” ujar Arnaz. Dia juga menambahkan bahwa apapun keputusan DPP PDIP, semua pihak harus mendukungnya sebagai bagian dari demokrasi.
Arnaz, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa visi dan misinya akan melanjutkan program kerja yang sudah baik dari walikota dan wakil walikota sebelumnya, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang gratis serta pembukaan lapangan pekerjaan yang lebih luas.
Baca Juga: 18 Klub Pastikan Tempat di Babak 32 Besar Liga 3 Nasional, Ini Daftarnya
“Khususnya di infrastruktur dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang harus gratis dan juga lapangan pekerjaan harus dibuka seluas-luasnya,” tegasnya.
Dengan ketiga tokoh ini memasuki arena pemilihan, warga Semarang diharapkan akan menyaksikan sebuah pertarungan politik yang tidak hanya kompetitif tetapi juga fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
PDI Perjuangan, sebagai partai besar di Indonesia, tampaknya akan memiliki tugas berat dalam menentukan kandidat yang paling tepat untuk memimpin Semarang ke masa depan yang lebih cerah.
Baca Juga: RESMI, Dapatkan Restu SBY, Bos PSIS, Yoyok Sukawi Deklarasi Siap Maju Pilwakot Semarang 2024
Sementara itu, Kader PDIP, Supriyadi mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Semarang ke kantor DPC PDIP Kota Semarang, Kamis (2/5/2024).
Dia merupakan orang pertama yang mengambil formulir bakal calon Wali Kota di hari pertama pendaftaran DPC PDI Perjuangan Kota Semarang.
“Bismillah hari ini yakni bertepatan dengan Hari Jadi ke-477 Kota Semarang. Ini bertepatan juga dengan dibukanya pendaftaran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang dari partai PDIP Kota Semarang,” ujar Supriyadi.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Babak 80 Besar Liga 3 Putaran Nasional 2023/2024 - Matchday #4, Senin 6 Mei 2024
Ia mengambil formulir pertama dan akan dikembalikan pada 13 Mei 2024 mendatang. “Saya yang pertama kali mengambil formulir pendaftaran, sampai nantinya pengembalian pada tanggal 13 Mei 2024,” katanya.
Dia mengaku akan mengikuti tahapan dari DPC maupun DPP PDI Perjuangan. “Tentunya akan mengikuti prosedur dan arahan dari PDI Perjuangan,” bebernya.
Sebagai anggota legislatif DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengaku akan meneruskan program baik yang telah terlaksana di era kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Selanjutnya, kata Supriyadi, program pendidikan gratis di Kota Semarang tidak hanya untuk sekolah negeri, bahkan menjangkau sekolah-sekolah swasta.
“Pendidikan gratis ini juga sudah kita canangkan sejak 2009 sampai saat ini. Bukan hanya sekolah negeri tapi juga ada 115 sekolah swasta yang bisa dibiayai APBD Kota Semarang,” bebernya.
“Dengan topografi yang unik Kota Semarang ini kita akan membangun kota sebagai jujugan, beda lagi kalau dulu kota perdagangan dan jasa. Di momen Hari Jadi Kota Semarang ini kita mulai dengan berjuang untuk Semarang lebih baik lagi, bebas rob dan banjir dan zero kemiskinan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







