Langkah Drastis Pemerintah Indonesia: Motor dengan Kapasitas 150 cc ke Atas Akan Kehilangan Akses ke Pertalite

AKURAT.CO, Pemerintah Republik Indonesia merencanakan langkah drastis dalam mengatur konsumsi bahan bakar minyak (BBM), dengan menargetkan motor berkapasitas 150 cc ke atas untuk kehilangan akses ke Pertalite.
Langkah ini akan memengaruhi popularitas sepeda motor ikonik seperti Yamaha NMAX, PCX, dan motor sport seperti Ninja 250 yang biasanya menikmati harga subsidi BBM.
Regulasi baru ini telah menjadi fokus perhatian publik setelah revisi terhadap Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran.
Dalam pasal 3 (2) revisi tersebut, disebutkan mengenai BBM Khusus Penugasan atau BBM Bersubsidi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merevisi aturan tersebut.
Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menjelaskan bahwa tujuan revisi ini adalah untuk memastikan subsidi BBM tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kriteria khusus yang disebut sebagai BBM Penugasan.
Konsekuensinya, kendaraan bermotor dengan kapasitas di atas 1.400 cc dan motor di atas 150 cc akan kehilangan akses ke Pertalite.
Baca Juga: Inilah Menu Berbuka Puasa Ala Kru Bajak Laut Topi Jerami Jika di Dunia One Piece Ada Ramadhan
Keputusan ini menimbulkan spekulasi bahwa pemerintah menganggap pemilik kendaraan tersebut tidak layak menerima subsidi.
"Revisi perpres sudah selesai di proses. Tinggal diketok palu oleh Pemerintah," jelas Arifin.
Hanya angkutan umum dan kendaraan pengangkut bahan pangan pokok yang diizinkan mengkonsumsi Pertalite.
Proses revisi perpres ini tinggal menunggu pengesahan oleh Pemerintah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan subsidi BBM dan memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar diperuntukkan bagi yang membutuhkannya.
Baca Juga: Pengumuman Seleksi Perguruan Tinggi: Langkah Mudah dan Tepat Buat Mengetahui Pengumuman SNBP 2024
Meskipun kontroversial, langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban anggaran pemerintah dan memastikan distribusi subsidi BBM yang lebih efisien.
Bagi pemilik sepeda motor dengan kapasitas di atas 150 cc, langkah ini mungkin memicu pertimbangan ulang terkait pemilihan kendaraan dan alternatif bahan bakar.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal







