UPDATE Banjir Demak: Pengungsi Bertambah Menjadi 1.292 Jiwa, Upaya Penanganan oleh Pemkab Kudus

AKURAT.CO, Kondisi banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus menimbulkan dampak signifikan terhadap warga.
Sebanyak 1.292 jiwa kini mengungsi ke Kabupaten Kudus, mencari perlindungan dari genangan banjir yang belum juga surut.
Fiza Akbar, Camat Jati di Kabupaten Kudus, mengungkapkan pada Sabtu bahwa jumlah pengungsi, termasuk mereka yang mengungsi ke rumah-rumah penduduk, telah mencapai angka tersebut.
Pemkab Kudus telah menyiapkan sejumlah tempat pengungsian untuk menampung warga dari Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.
Baca Juga: Hattrick Prestasi PSIS: Agius, Satriyo, Dewangga Raih Penghargaan Pekan Ini
Tempat-tempat ini termasuk Jembatan Tanggulangin, Terminal Jati Kudus, Balai Desa Jati Wetan, dan Kantor Koramil Jati, yang semula menampung 590 jiwa hingga Jumat (9/2).
Peningkatan jumlah pengungsi pada hari Sabtu (10/2) mengakibatkan penambahan lokasi pengungsian di beberapa area baru seperti DPRD Kudus dan berbagai lokasi lainnya, serta di rumah-rumah warga.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, sebuah dapur umum telah disiapkan di Terminal Induk Jati Kudus.
Gatut Rudi Ruliyanto, Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jateng, menyatakan bahwa anggota Tagana dari berbagai daerah telah dikerahkan untuk memastikan kebutuhan makan dan minum pengungsi terpenuhi.
Dengan sistem shift yang melibatkan 25 orang per shift, upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban hidup para pengungsi.
Selain kebutuhan makan dan minum, juga disediakan fasilitas lain seperti kasur, tenda, paket kebersihan, pakaian, perabot darurat, perlengkapan untuk anak-anak, selimut, dan sandang, baik untuk dewasa maupun anak-anak, dalam jumlah yang mencukupi.
Baca Juga: Duo Gol Dewangga Bawa PSIS ke Puncak Kemenangan: Sang Bintang Pekan 24 Liga 1, Ini Statistiknya
Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya dampak banjir di Demak terhadap warga setempat dan upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kudus dalam memberikan bantuan.
Dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kondisi dapat segera membaik dan pengungsi dapat kembali ke rumah mereka dalam keadaan aman dan sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal





